
Photo
JawaPos.com – Meski rencananya diwajibkan menanggung biaya operasional tim tamu selama babak penyisihan, antusiasme klub-klub yang mengajukan diri jadi tuan rumah Liga 2 cukup tinggi. Dari 24 kontestan, setidaknya ada lima klub yang siap. Yaitu, PSMS Medan, PSPS Riau, Badak Lampung FC, PSCS Cilacap, dan Sulut United.
Direktur Operasional PT LIB Sudjarno mengungkapkan, sampai saat ini memang baru lima klub tersebut yang mengajukan diri. Jumlahnya berkurang dari yang awalnya sembilan klub. ’’ Sebelumnya ada sembilan klub yang mengajukan diri. Namun, beberapa di antaranya memutuskan mundur,’’ tuturnya.
Sudjarno mengatakan, LIB masih membuka peluang untuk klub-klub yang mau mendaftar jadi tuan rumah. ’’Kami masih akan melihat perkembangannya sampai Sabtu (15/8) pukul 24.00 WIB. Bisa saja klub yang mengajukan diri menjadi tuan rumah akan bertambah,’’ lanjutnya.
Nantinya, klub-klub yang mendaftarkan diri jadi tuan rumah akan diundi. LIB hanya akan memilih empat klub. Hal itu mengacu pembagian grup di babak penyisihan Liga 2 yang hanya ada empat grup saja diisi enam tim.
Sudjarno menambahkan, LIB akan kembali mengundang tim-tim untuk melakukan virtual meeting. Pembahasan detail mengenai beberapa aspek masih ingin dipaparkan agar tidak ada kritik lagi ketika kompetisi dilanjutkan. ’’Pekan depan itu kami berencana mengadakan virtual meeting dengan klub-klub Liga 2. Sekaligus menggelar drawing penentuan grup,’’ terangnya.
Sekretaris PSMS Julius Raja membenarkan bahwa timnya memang berniat jadi tuan rumah. ’’Sarananya cukup. Bisa main malam dua kali malahan. Hotel juga lengkap, dekat dengan stadion,’’ ucapnya.
Julius menambahkan, sarana lain seperti tempat latihan juga memadai. Medan juga punya bandara yang bisa diakses satu kali perjalanan saja oleh tim-tim tamu. ’’Bandara kami besar, jadi tidak perlu transit lagi ya,’’ bebernya.
Disinggung soal biaya yang akan besar karena menanggung semua kebutuhan operasional klub, Julius menampiknya. Dia menegaskan, sesuai kesepakatan pada manager meeting virtual 11 Agustus lalu, LIB menjelaskan bahwa tim tuan rumah tidak dibebankan semua biaya operasional tim tamu. ’’Hotel untuk tim tamu ditanggung tim masing-masing. Kami hanya menyediakan transpor lokal untuk tim dan transpor lokal untuk wasit dan perangkat pertandingan,’’ ungkapnya.
Karena itu, Julius menegaskan PSMS sanggup membiayai semua. Meski memang berbeda dengan pertandingan biasa karena digelar dalam masa pandemi. ’’Kami mampu menyediakan dua bus untuk satu tim karena sesuai dengan protokol kesehatan,’’ ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menjelaskan, LIB juga tidak akan diam soal beban klub tuan rumah. Dia menyadari kondisi pandemi korona menyulitkan klub, apalagi ditambah harus menanggung berbagai hal untuk jadi tuan rumah babak penyisihan.
Karena itu, rencananya LIB menambahkan subsidi untuk tuan rumah Liga 2. Untuk kisarannya, pihaknya belum tahu. ’’Tetapi tidak sepenuhnya. Untuk besarannya, masih dihitung ya,’’ katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
