Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Juni 2019 | 06.15 WIB

SUGBK Sepi, Simon McMenemy Rindu Lihat Dahsyatnya Suporter Garuda

Pelatih Simon McMenemy saat mendampingi timnya melawan Vanuatu pada laga persahabatan  di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 15/6/19. Indonesia menang dengan skor 6-0. Beto mencetak 4 gol dan Evan Dimas mencetak 2 gol. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos. - Image

Pelatih Simon McMenemy saat mendampingi timnya melawan Vanuatu pada laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 15/6/19. Indonesia menang dengan skor 6-0. Beto mencetak 4 gol dan Evan Dimas mencetak 2 gol. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

JawaPos.com - Simon McMenemy merindukan dahsyatnya atmosfer suporter timnas Indonesia. Dia pernah merasakan betapa mengerikannya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat masih menahkodai timnas Filipina beberapa waktu lalu. Sayang, hal itu kurang ia rasakan hari ini.

Skuad Garuda baru saja meraih kemenangan enam gol tanpa balas atas Vanuatu di SUGBK, Sabtu (15/6). Namun sayangnya, antusiasme suporter di luar ekspetasi. Sangat jelas terlihat kalau stadion terbesar di Indonesia itu sepi dan banyak bangku kosong dalam laga tersebut.

Padahal, Simon menyebut, kalau SUGBK memiliki magis yang beda tiap kali Indonesia mentas. Dia pernah merasakannya sebagai lawan kala datang bersama Filipina dalam Piala AFF 2010 lalu.

"Saya ingat betapa menakutkannya SUGBK saat jadi pelatih Filipina, maka penting dukungan dari wartawan, dari fans, karena betapa menakutkannya fans Indonesia ketika sudah berkumpul, loncat-loncat, stadion beremuruh. Saya ingin itu," ungkap Simon kepada wartawan.

Simon mengaku merasa sangat canggung. Maklum, ini merupakan debut laga kandangnya sebagai pelatih timnas. Kala membesut Filipina dalam 11 laga, dia tak pernah merasakan bermain kandang karena kala itu kurangnya stadion berkualitas di sana.

"Saya sudah nggak sempat memikirkan lawan. Saya hanya memikirkan bagaimana melawan rasa canggung saya. SUGBK banyak kenangan. Dulu saya menunggu pertanyaan di sini dari teman-teman sebagai lawan sekarang sebagai kawan," papar dia.

"Saya harap kita bisa mengembalikan masa 2010 silam, dan kami meminta dukungan dari rekan-rekan dan dari wartawan," tutup Simon.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore