
Manajemen Arema FC ingin Aremania mulai berubah setelah mendapat hukuman Komdis PSSI.
JawaPos.com – Manajemen Arema FC berharap hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjadi bahan introspeksi bagi Aremania, suporter setia Arema FC. Manajemen juga meminta semua pihak untuk menghentikan perdebatan di media sosial.
Arema mendapatkan hukuman berat selepas menggelar pertandingan kontra Persebaya Surabaya. Mereka dihukum bertanding tanpa penonton, baik laga home maupun away, hingga akhir musim. Selain itu, Singo Edan juga didenda Rp 100 juta.
Dalam rilis yang diterima JawaPos.com, manajemen Arema FC menegaskan bahwa mereka tidak akan mengajukan banding atas hukuman ini. Menurut CEO Arema Iwan Budianto, hukuman ini menjadi cambuk agar patuh kepada regulasi.
“Kami tidak akan mengajukan banding. Namun, (kami) akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter, utamanya Aremania. Agar mereka berubah menjadi lebih baik,” tegas Iwan.
Mantan manajer Persik Kediri ini sangat berharap Aremania berubah. Lebih mawas diri dan introspeksi, dan tetap menjaga keutuhan dan persatuan di dalam tubuh Aremania. Hukuman ini adalah renungan massal untuk Arema dan Aremania.
“Dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita,” harap Kepala Staf Ketum PSSI tersebut.
Iwan juga meminta semua pihak tidak merespons negatif hukuman dari Komdis PSSI. Iwan mengimbau semuanya untuk menghentikan perdebatan. Terutama di media sosial.
“Kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu, kita harus lebih sering bertemu. Berdiskusi dan berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi, dan tidak diulang ulang lagi di masa mendatang,” tegasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
