
Photo
JawaPos.com - Persebaya Surabaya memilih untuk tidak mengambil jatah Official Training di Stadion Kanjuruhan, Kamis (11/4) ini. Green Force-julukan Persebaya-lebih memilih berlatih secara rahasia di sebuah tempat di Surabaya.
Tak ada sesi Official Training (OT) bagi skuad Persebaya Surabaya. Padahal, mereka harusnya melakukan OT di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, hari ini. OT itu sebagai persiapan pemungkas sebelum bentrok kontra Arema FC dalam leg kedua babak final Piala Presiden 2019 Jumat (12/4) besok malam.
Bukan tanpa alasan Persebaya tak mengambil jatah OT. “Ya lebih karena alasan keamanan saja,” jelas Manajer Persebaya Candra Wahyudi kepada Jawa Pos.
Sebagai gantinya, skuad Green Force memilih belatih di Surabaya. Rencananya, latihan yang dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro itu akan dilakukan pagi ini. Hanya, tempat latihan dirahasiakan. Tampaknya tim pelatih ingin para pemain fokus dalam mempersiapkan diri, tanpa gangguan pihak luar.
Nah, setelah berlatih, tak ada waktu bagi skuad Green Force untuk beristirahat. Sore ini, mereka akan langsung bertolak ke Malang. Meski persiapan mepet, Persebaya tetap berangkat dengan penuh keyakinan.
Winger Persebaya Irfan Jaya meminta agar rekan satu timnya melupakan hasil seri di leg pertama (9/4). “Ayo tegakkan kepala. Kami semua harus fokus untuk leg kedua di Malang. Tidak ada yang tidak mungkin,” kata pemain 23 tahun itu.
(Angger Bondan/JawaPos.com)
Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman membuka peluang lakukan rotasi pemain di leg kedua besok. (Official Persebaya)
Jika Persebaya absen melakukan OT, tidak demikian dengan Arema FC. Mereka dijadwalkan melakoni OT di Stadion Kanjuruhan pukul 15.30 WIB. Bermodalkan hasil imbang dan akan didukung penuh Aremania, membuat Arema sedikit di atas angin saat lakoni leg kedua nanti.
“Meski kami dapat hasil imbang, tapi Arema akan tetap bekerja lebih keras di leg kedua,” kata Milomir Seslija, pelatih Arema FC.
Sementara Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman memberi isyarat bakal melakukan rotasi. “Sangat mungkin terjadi (rotasi) di posisi penjaga gawang. Apalagi kami punya tiga kiper yang kualitasnya tak jauh beda,” terang pelatih yang akrab disapa Djanur itu.
Jika terjadi rotasi, kemungkinan besar Abdul Rohim yang bakal diplot sebagai kiper utama. Maklum, dia merupakan andalan Djanur kala keduanya masih bekerja untuk PSMS Medan. Musim lalu, Rohim tampil dalam 21 laga bersama PSMS. Dia mencatatkan 48 save atau rata-rata melakukan dua kali penyelamatan dalam satu laga.
Sayangnya, Persebaya terancam tanpa gelandang M. Hidayat. Dia mengalami cedera kambuhan di kaki kirinya. Hidayat bahkan sampai ditarik keluar saat laga final leg pertama baru berjalan 13 menit.
Djanur tak menampik kehadiran Hidayat cukup dibutuhkan. “Setelah Hidayat keluar, lini tengah memang dikuasai oleh Arema,” katanya. Jika absen, masih ada Fandi Eko Utomo atau Rendi Irwan yang bisa mengisi posisi Hidayat.
Photo

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
