Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 November 2020 | 22.21 WIB

PSSI Seperti Kejar Setoran, Klub yang Babak Belur

Suasana pembukaan Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Angger Bondan/Jawa Pos) - Image

Suasana pembukaan Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Rencana baru sedang dirancang PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi profesional tanah air.

Apa itu? Terkait dengan diundurnya kompetisi 2020 ke 2021, LIB berencana menggelar dua musim kompetisi pada 2021. Jadi, tahun depan ada kompetisi musim 2020–2021 dan musim 2021–2022.

Hal itu dijelaskan Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita. Dia mengatakan, setelah Liga 1 dan Liga 2 edisi 2020–2021 selesai, beberapa bulan kemudian langsung akan digeber musim selanjutnya.

’’Setelah Piala Dunia U-21. Tidak mungkin dong setelah Piala Dunia tidak ada lagi sepak bola. Kami berniat memutar kompetisi lagi,’’ ungkapnya.

Lukita menuturkan, kompetisi tersebut akan lintas tahun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan setiap musim kompetisi di Indonesia juga terus lintas tahun. Meniru berbagai kompetisi di Eropa. ’’Banyak keuntungannya. Tapi, semua itu akan kami bahas dulu. Yang jelas, tahun depan memang ada dua kompetisi,’’ ucapnya.


Rencana LIB itu bukan tanpa kritik. Banyak klub mempertanyakan perihal kelayakan kompetisi yang digelar dua kali di tahun yang sama.

Presiden PS Hizbul Wathan (PSHW) Dhimam Abror mengatakan, rencana dari LIB dan PSSI untuk kompetisi tahun 2021 sangat tidak masuk akal. Apalagi, kompetisi musim ini mendadak diubah titelnya menjadi 2020–2021. ’’PSSI seperti kejar setoran. Klub yang babak belur,’’ ucapnya.

Belum dimulai saja untuk kompetisi 2020–2021, banyak klub yang finansialnya hancur. Apalagi jika tahun depan harus menjalani dua kompetisi. ’’Memaksakan kompetisi 2020 sudah sulit. Apalagi kalau tahun depan dobel. Sudah jatuh tertimpa ambrukan rumah,’’ jelasnya.

Karena itu, dia berharap tahun depan hanya digelar satu kali kompetisi saja. Formatnya juga bukan turnamen seperti saat ini untuk Liga 2, tapi dalam bentuk kompetisi.

Apalagi, regulasi baru menyebut tidak ada tim yang terdegradasi dari Liga 1 dan hanya ada dua klub promosi dari Liga 2. Menurut dia, sangat konyol jika ada tim dari Liga 2 bermain di dua kasta berbeda dalam satu tahun hanya dengan jangka waktu beberapa bulan saja.

’’Misalnya PSHW juara Liga 2 tahun depan, lalu di tahun yang sama, hanya berjarak beberapa bulan ikut kompetisi lagi di Liga 1. Masak setahun ikut dua kompetisi dalam kasta berbeda?’’ ucapnya.

Saat ini, daripada menjelaskan narasi soal rencana kompetisi dua kali di tahun depan dan bakal ada lintas tahun, Abror menyarankan PSSI ataupun LIB fokus memberikan jaminan Februari benar-benar ada izin keramaian dari kepolisian.

Sebab, banyak tim saat ini sudah bosan dengan narasi dan janji dari PSSI serta LIB soal kompetisi. ’’Kami sudah mblenger, anggap saja angin surga,’’ tuturnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore