Faisal Alimuddin, pecinta sepak bola yang memilih cara unik untuk merawat sejarah klub kesayangannya, PSM Makassar, melalui koleksi jersey./Alvin Fahrizal Bayyuni
JawaPos.com – Sejarah merupakan elemen penting untuk dijaga bagi sebuah klub sepak bola, dan beberapa penggemar memilih untuk merawat sejarah klub kesayangannya melalui jersey.
Dia adalah Faisal Alimuddin, seorang pecinta sepak bola yang telah memilih cara unik untuk merawat sejarah klub kesayangannya, PSM Makassar, melalui koleksi jersey.
Sejak tahun 2018, Faisal telah menjadi salah satu kolektor jersey PSM. Jersey pertama yang ia miliki adalah jersey PSM Makassar tahun 2017, yang diproduksi oleh Kelme.
Sejak saat itu, ia terpikat oleh keindahan desain dan makna yang terkandung dalam setiap seragam klub kesayangannya.
“Kalau mulai serius ngoleksi kayaknya tahun 2018, tapi sebelumnya juga pernah beli, tapi belum seniat sekarang,” kata Faisal pada JawaPos, Senin (1/4).
Kecintaan Faisal tidak hanya berhenti pada jersey-jersey biasa. Faisal memiliki hasrat yang besar untuk mengoleksi jersey match worn, atau jersey yang pernah dipakai oleh pemain saat pertandingan.
Pengalaman pertamanya dengan jersey match worn adalah ketika ia berhasil memperoleh milik Hendra Wijaya, mantan pemain PSM Makassar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menginspirasi Faisal untuk terus mengejar koleksinya.
“Jersey pertama saya itu PSM musim 2017 yang apparel Kelme. Kalau jersey match worn PSM punya Hendra Wijaya,” ujarnya.
Kini, Faisal telah mengoleksi sekitar 15 jersey match worn PSM Makassar, masing-masing memiliki cerita dan kenangan tersendiri. Baginya, jersey-jersey ini bukan hanya sekadar pakaian olahraga, melainkan juga simbol dari identitas dan harga diri klub yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
"PSM bagi saya adalah Rumah dan harga diri, sebagai orang yang lahir di Kota Makassar dan sekarang harus berpindah domisili, melihat PSM bermain dan melihat jersey nya setidaknya membuat saya dekat dari Makassar," kata Faisal, mengungkapkan alasan di balik obsesinya terhadap jersey PSM.
Lebih lanjut, bapak satu anak ini menuturkan bahwa ia memiliki jersey yang butuh perjuangan lebih agar bisa masuk ke dalam lemari koleksinya. Seperti jersey yang dikenakan di AFC Cup dan jersey-jersey lawas.
“Jersey AFC Cup sulit didapat karena pihak PSM tidak menjual versi tersebut. Jadi kalau misal dapat, pasti bekas pemain yang harganya juga lumayan. Jersey PSM yang lawas dari musim 2007 kebawah juga gitu, karena kebetulan saya sudah memiliki Jersey musim 2008 sampai sekarang,” jelasnya.
Selain karena hobi mengoleksi, Faisal menjelaskan bahwa ia membeli jersey guna membantu finansial klub.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
