
Ilustrasi Pendukung PSIS Semarang, Panser Biru. Kepareng alias Wareng menyanggah narasi di media sosial yang menyebut suporter PSIS menjebol pintu stadion karena tak memiliki tiket. Ia menyampaikan versi kejadian berdasarkan pengalamannya di Ciamis. (Dok. Istimewa)
JawaPos.com – Ketua Panser Biru, Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, membantah anggapan bahwa suporter PSIS Semarang menjadi pemicu kericuhan dalam pertandingan melawan PSGC Ciamis. Ia menyanggah narasi di media sosial yang mengaitkan keributan dengan dugaan aksi suporter tim tamu menjebol pintu stadion karena tidak mendapatkan tiket.
Pertandingan pekan keenam Championship 2026/2027 di Stadion Galuh, Ciamis, Sabtu (17/10), berakhir imbang 0-0. Namun, laga tersebut diwarnai gesekan antarsuporter yang berlanjut hingga ke luar stadion.
Melalui akun Instagram pribadinya, @Kepareng_wareng, Wareng menegaskan bahwa dugaan pembobolan pintu stadion tidak bisa begitu saja dijadikan dasar untuk menyimpulkan suporter PSIS sebagai pemicu kericuhan.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya datang ke Ciamis bersama keluarga, termasuk istri dan anaknya yang masih kecil, untuk mendukung PSIS. Wareng merasa kedatangannya tersebut tidak sejalan dengan tudingan bahwa rombongan suporter Semarang sengaja datang untuk membuat keributan.
"Saya berangkat awayday ke Ciamis sama istri dan anaknya yang masih kecil, tidak mungkin kan niat mau bikin rusuh. Prinsipnya musuh tidak dicari, kalau dilempari batu sama musuh jangan lari," tulis Wareng melalui akun Instagramnya.
Dalam unggahan lainnya, Wareng membagikan video yang menurutnya memperlihatkan oknum suporter tuan rumah melempar batu ke arah Panser Biru. Namun, kronologi dan pihak yang memulai kericuhan masih perlu dipastikan melalui keterangan dari pihak-pihak terkait.
Kesaksian Suporter PSIS soal Awal Ketegangan
Keterangan Wareng sejalan dengan kesaksian seorang anggota Panser Biru asal Kendal yang ikut dalam rombongan tandang ke Ciamis. Anggota tersebut meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut kesaksiannya, ketegangan bermula dari aksi saling psywar antara suporter tuan rumah di tribun selatan dan pendukung PSIS. Situasi kemudian memanas setelah terjadi aksi saling ejek.
Ia mengaku rombongan suporter PSIS menjadi sasaran pelemparan botol air mineral dan batu. Kondisi tersebut, menurut penuturannya, membuat rombongan merasa terpojok dan memilih bertahan menghadapi situasi yang terjadi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022