
PSSI memberi waktu sepekan kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter, termasuk sanksi bagi klub. (Instagram @erickthohir)
JawaPos.com – PSSI memberi waktu sepekan kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter. Tenggat itu diberikan setelah bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 diserang di Batang, Jawa Tengah, dan bus rombongan suporter Persija Jakarta asal Cikampek dilempari benda keras di Tol Palikanci, Cirebon, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa federasi akan turun tangan jika klub dan operator liga gagal mencapai kesepakatan. Salah satu opsi yang kembali dipertimbangkan adalah larangan kehadiran suporter tim tamu atau suporter tandang.
“Ya, saya akan kasih kesempatan liga dan klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi. Ya jangan-jangan tidak ada suporter away lagi,” ujar Erick di Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin (13/10).
Larangan suporter tandang bukanlah kebijakan baru. Setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang, suporter tim tamu tidak diperbolehkan hadir dalam pertandingan tandang Liga Indonesia. Larangan itu baru dihapus pada musim ini (2026–2027).
Selain mempertimbangkan larangan suporter tandang, Erick mendorong penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga pendukungnya. Dia ingin klub turut bertanggung jawab dalam mencegah kekerasan yang melibatkan suporter.
“Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya untuk mendapat pengurangan poin. Tapi saya kasih kesempatan dulu, ya, nanti kita akan lakukan tindak tegas pastinya,” tegasnya.
Erick juga menyoroti penyerangan terhadap bus rombongan EPA Persib U-18 dan Jakmania Cikampek. Erick mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolri dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Dia mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengusut kasus penyerangan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari satu orang yang diduga terlibat telah ditangkap.
Sementara itu, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, turut menyayangkan insiden penyerangan tersebut. Dia mengingatkan bahwa kesempatan bagi suporter tim tamu untuk kembali hadir di stadion harus diiringi sikap tertib dan bertanggung jawab, termasuk selama perjalanan menuju dan kembali dari lokasi pertandingan.
“Kepercayaan yang telah diberikan untuk kembali menghadirkan suporter tim tamu harus kita jaga bersama.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022