Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 23.32 WIB

Erick Thohir Beri Waktu Sepekan! PSSI Siapkan Sanksi untuk Klub yang Gagal Jaga Suporter

PSSI memberi waktu sepekan kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter, termasuk sanksi bagi klub. (Instagram @erickthohir) - Image

PSSI memberi waktu sepekan kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter, termasuk sanksi bagi klub. (Instagram @erickthohir)

JawaPos.com – PSSI memberi waktu sepekan kepada klub dan operator liga untuk menyepakati langkah pencegahan kekerasan suporter. Tenggat itu diberikan setelah bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18 diserang di Batang, Jawa Tengah, dan bus rombongan suporter Persija Jakarta asal Cikampek dilempari benda keras di Tol Palikanci, Cirebon, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyatakan bahwa federasi akan turun tangan jika klub dan operator liga gagal mencapai kesepakatan. Salah satu opsi yang kembali dipertimbangkan adalah larangan kehadiran suporter tim tamu atau suporter tandang.

“Ya, saya akan kasih kesempatan liga dan klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi. Ya jangan-jangan tidak ada suporter away lagi,” ujar Erick di Kemenpora, Senayan, Jakarta, kemarin (13/10).

Larangan suporter tandang bukanlah kebijakan baru. Setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang, suporter tim tamu tidak diperbolehkan hadir dalam pertandingan tandang Liga Indonesia. Larangan itu baru dihapus pada musim ini (2026–2027).

Selain mempertimbangkan larangan suporter tandang, Erick mendorong penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub yang tidak mampu menjaga pendukungnya. Dia ingin klub turut bertanggung jawab dalam mencegah kekerasan yang melibatkan suporter.

“Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya untuk mendapat pengurangan poin. Tapi saya kasih kesempatan dulu, ya, nanti kita akan lakukan tindak tegas pastinya,” tegasnya.

Erick juga menyoroti penyerangan terhadap bus rombongan EPA Persib U-18 dan Jakmania Cikampek. Erick mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolri dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Dia mengapresiasi langkah kepolisian dalam mengusut kasus penyerangan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, lebih dari satu orang yang diduga terlibat telah ditangkap.

Sementara itu, Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, turut menyayangkan insiden penyerangan tersebut. Dia mengingatkan bahwa kesempatan bagi suporter tim tamu untuk kembali hadir di stadion harus diiringi sikap tertib dan bertanggung jawab, termasuk selama perjalanan menuju dan kembali dari lokasi pertandingan.

“Kepercayaan yang telah diberikan untuk kembali menghadirkan suporter tim tamu harus kita jaga bersama.”

Editor: Hendra
Sumber: Jawa Pos Koran
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore