Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 23.31 WIB

Erick Thohir Ancam Sanksi Pengurangan Poin ke Klub yang Tak Bisa Jaga Kelakuan Suporter

Bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang sekelompok orang di Tol Palikanci, Senin (12/10) dini hari WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota perempuan. (Dok. Jakmania Cikampek) - Image

Bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang sekelompok orang di Tol Palikanci, Senin (12/10) dini hari WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota perempuan. (Dok. Jakmania Cikampek)

JawaPos.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengancam akan memberikan sanksi pengurangan poin bagi klub-klub di liga sepak Indonesia yang gagal dalam menjaga pendukung atau suporter agar tidak melakukan tindak kekerasan.

"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu menanggapi peristiwa penyerangan dari oknum suporter terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah maupun penyerangan terhadap suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Tengah.

Erick yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan bahwa aksi penyerangan tersebut sudah menjurus pada tindakan kriminalitas.

Ia mencontohkan dalam video penyerangan terhadap bus tim EPA Persib, terdapat ada oknum suporter yang membawa barang tumpul, menghancurkan bus.

"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan artinya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," katanya.

Erick pun memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk bersepakat dalam hal jaminan memastikan keamanan sebuah pertandingan. Jika tidak ada kesepakatan, kata dia, maka PSSI akan melakukan intervensi.

"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," katanya.

Ia mengatakan bahwa komitmen bersama untuk menjaga dan menjamin keamanan pertandingan maupun suporter sudah menjadi kesepakatan bersama operator liga maupun klub sejak awal.

Larangan suporter away, kata dia, sudah berlangsung hampir empat tahun sehingga diharapkan ada efek jerah. Namun, kata dia, ketika larangan itu dicabut dan suporter away diperbolehkan, ternyata muncul lagi peristiwa anarkis.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore