
Bus rombongan The Jakmania Cikampek diserang sekelompok orang di Tol Palikanci, Senin (12/10) dini hari WIB. Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah anggota mengalami luka-luka, termasuk seorang anggota perempuan. (Dok. Jakmania Cikampek)
JawaPos.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengancam akan memberikan sanksi pengurangan poin bagi klub-klub di liga sepak Indonesia yang gagal dalam menjaga pendukung atau suporter agar tidak melakukan tindak kekerasan.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi peristiwa penyerangan dari oknum suporter terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah maupun penyerangan terhadap suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Tengah.
Baca Juga:PSIM Yogyakarta Kalah Telak dari Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung, Ze Valente Frustrasi!
Erick yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan bahwa aksi penyerangan tersebut sudah menjurus pada tindakan kriminalitas.
Ia mencontohkan dalam video penyerangan terhadap bus tim EPA Persib, terdapat ada oknum suporter yang membawa barang tumpul, menghancurkan bus.
"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan artinya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," katanya.
Erick pun memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk bersepakat dalam hal jaminan memastikan keamanan sebuah pertandingan. Jika tidak ada kesepakatan, kata dia, maka PSSI akan melakukan intervensi.
"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," katanya.
Ia mengatakan bahwa komitmen bersama untuk menjaga dan menjamin keamanan pertandingan maupun suporter sudah menjadi kesepakatan bersama operator liga maupun klub sejak awal.
Larangan suporter away, kata dia, sudah berlangsung hampir empat tahun sehingga diharapkan ada efek jerah. Namun, kata dia, ketika larangan itu dicabut dan suporter away diperbolehkan, ternyata muncul lagi peristiwa anarkis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022