Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 23.19 WIB

Timnas Indonesia Imbang 0-0 Lawan Malaysia, Indra Sjafri Kritik Sistem Permainan

Pelatih Sepak Bola Indra Sjafri, memberikan arahan saat kegiatan "Football Coaching Clinic bersama Pelatih Indra Sjafri", di Stadion Mini Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2026). - Image

Pelatih Sepak Bola Indra Sjafri, memberikan arahan saat kegiatan "Football Coaching Clinic bersama Pelatih Indra Sjafri", di Stadion Mini Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2026).

JawaPos.com - Mantan pelatih timnas Indonesia kelompok umur, Indra Sjafri, menyebut sistem permainan tim Garuda masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam laga yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, Indonesia sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah.

"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," ujar Indra dalam keterangan resmi PSSI, Selasa.

"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," tambah dia.

Penilaian 7,5 untuk mental diberikan karena Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.

Situasi tersebut membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan menghadapi tekanan Malaysia. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang berkali-kali menggagalkan peluang lawan, sementara Justin Hubner melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan.

"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," kata Indra.

Laga kedua Grup A itu memang berlangsung ketat. Malaysia beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi Paes mampu melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Indonesia juga sempat mengancam melalui Dean James dan Kevin Diks, sementara peluang Malaysia pada penghujung laga kembali digagalkan pertahanan Garuda.

Indra menilai pola bertahan rapat tersebut memang efektif untuk menyelamatkan hasil pertandingan dalam situasi darurat. Namun, ia berharap pengalaman melawan Malaysia dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore