
Pelatih Sepak Bola Indra Sjafri, memberikan arahan saat kegiatan "Football Coaching Clinic bersama Pelatih Indra Sjafri", di Stadion Mini Kalibaru, Jakarta Utara, Sabtu (18/4/2026).
JawaPos.com - Mantan pelatih timnas Indonesia kelompok umur, Indra Sjafri, menyebut sistem permainan tim Garuda masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) saat bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam laga yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, Indonesia sudah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye mendapatkan kartu merah.
"Nilai saya, 7,5 untuk mental, 6 untuk sistem," ujar Indra dalam keterangan resmi PSSI, Selasa.
Baca Juga:Nama STY Diteriakkan Pendukung Timnas Indonesia, Kevin Diks: Tidak Benar, Tidak Baik Bagi Pemain!
"Untuk sistem saya beri enam. Kenapa? Karena kita lebih banyak bertahan dan menumpuk pemain di belakang. Itu memang bisa menjadi solusi dalam situasi seperti ini, tetapi masih ada yang harus kita perbaiki," tambah dia.
Penilaian 7,5 untuk mental diberikan karena Indonesia mampu bertahan hingga pertandingan berakhir tanpa kebobolan meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37.
Situasi tersebut membuat Indonesia lebih banyak bertahan dan menghadapi tekanan Malaysia. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang berkali-kali menggagalkan peluang lawan, sementara Justin Hubner melakukan clearance di garis gawang pada fase akhir pertandingan.
"Kalau dengan 10 pemain sejak menit 37 sampai 90 lebih, kita tidak kebobolan, itu luar biasa. Itu menunjukkan mental dan perjuangan yang sangat kuat," kata Indra.
Laga kedua Grup A itu memang berlangsung ketat. Malaysia beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi Paes mampu melakukan penyelamatan penting. Di sisi lain, Indonesia juga sempat mengancam melalui Dean James dan Kevin Diks, sementara peluang Malaysia pada penghujung laga kembali digagalkan pertahanan Garuda.
Indra menilai pola bertahan rapat tersebut memang efektif untuk menyelamatkan hasil pertandingan dalam situasi darurat. Namun, ia berharap pengalaman melawan Malaysia dapat menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022