JawaPos.com – Timnas Indonesia sudah lima tahun tidak berhadapan dengan Malaysia di level senior. Pertemuan terakhir kedua negara terjadi pada 19 Desember 2021 dalam ajang Piala AFF 2020. Kala itu, Timnas Indonesia yang masih ditangani Shin Tae-yong berhasil menundukkan Malaysia dengan skor telak 4-1 di National Stadium, Singapura.
Kini, kedua negara kembali bertemu dengan cerita berbeda. John Herdman, yang pada 2021 masih melatih Timnas Kanada, kini memimpin Indonesia menghadapi rival lamanya. Duel di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, malam ini (28/9) sekaligus menjadi pertemuan pertamanya dengan Malaysia sebagai pelatih skuad Garuda (siaran langsung Indosiar pukul 19.30 WIB).
Herdman tidak asing dengan atmosfer pertandingan penuh gengsi. Pelatih asal Inggris itu berasal dari Newcastle, kota yang memiliki rivalitas panjang dengan Sunderland. Persaingan kedua klub tersebut dikenal sebagai Tyne-Wear Derby dan telah berlangsung sejak akhir abad ke-19.
Selain Sunderland, Newcastle juga memiliki rivalitas regional dengan Middlesbrough. Pertemuan kedua klub itu dikenal sebagai Tyne-Tees Derby. Kedua rivalitas tersebut menjadi bagian dari tradisi sepak bola di wilayah timur laut Inggris yang dikenal Herdman sejak lama.
Pengalaman tersebut memberinya gambaran tentang besarnya arti sebuah derby bagi suporter. Hal serupa juga dia rasakan saat menangani Timnas Kanada ketika bertanding melawan Amerika Serikat. Pertemuan Kanada melawan Amerika Serikat kerap menjadi duel yang sarat gengsi.
Karena itu, Herdman memahami bahwa laga Indonesia kontra Malaysia memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan biasa. Dia mengaku sudah merasakan antusiasme masyarakat Indonesia sejak berada di hotel tempatnya menginap.
”Setiap hari saat sarapan, banyak orang di hotel tempat saya menginap mengatakan hal yang sama kepada saya: Lawan Malaysia, kamu harus menang,” ungkapnya.
Meski demikian, Herdman meminta para pemain tidak terbebani oleh tekanan suporter. Dia ingin anak asuhnya menghormati pertandingan dan memahami arti penting laga tersebut tanpa kehilangan fokus. ”Jangan bermain karena tekanan momennya, tetapi hormati pertandingan tersebut,” tegas pelatih 51 tahun tersebut.
Herdman juga menekankan pentingnya memberikan kemampuan terbaik di lapangan. Menurut dia, perjuangan para pemain akan membuat suporter ikut merasakan semangat pertandingan.
”Jika kami ingin memenangkan derby dengan dukungan para suporter di belakang kami, kami harus memberikan segalanya,” ungkap mantan pelatih Toronto FC tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022