
Bernardo Tavares berharap Persebaya Surabaya tetap bermain di Stadion Gelora Bung Tomo pada semifinal Piala Presiden 2026. (Persebaya)
JawaPos.com - Bernardo Tavares berharap Persebaya Surabaya kembali bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, saat menghadapi Arema FC pada semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8). Harapan itu muncul setelah Green Force menyapu bersih tiga laga Grup B dengan sembilan poin, sedangkan venue semifinal hingga kini belum ditentukan.
Bernardo Tavares menilai Persebaya Surabaya lebih diuntungkan jika semifinal Piala Presiden 2026 tetap digelar di Stadion Gelora Bung Tomo karena skuadnya tidak perlu melakukan perjalanan ke kota lain. Pelatih asal Portugal tersebut juga mempertimbangkan faktor pemulihan pemain setelah Persebaya Surabaya menjalani pertandingan terakhir Grup B pada Sabtu (1/8).
Persebaya Surabaya menutup fase grup dengan kemenangan 2-1 atas Port FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Port FC sempat unggul melalui Issam Al Subhi pada menit ke-30, tetapi Green Force membalikkan keadaan lewat Miguel Pereira menit ke-40 dan Ramadhan Sananta menit ke-47.
Hasil tersebut membuat Persebaya Surabaya finis sebagai juara Grup B dengan sembilan poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, Green Force juga menang 1-0 atas Persija Jakarta dan 1-0 kontra PSMS Medan sehingga menyapu seluruh laga fase grup dengan kemenangan.
Bernardo Tavares menganggap perjalanan menuju lokasi baru bisa memengaruhi kondisi fisik Persebaya Surabaya. Apalagi, menurutnya, Arema FC memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dibandingkan Green Force sehingga faktor kebugaran berpotensi memberikan pengaruh besar dalam semifinal.
“Tentu saja dengan atmosfer ini, saya pikir jika kami bisa bermain di sini lagi, itu akan lebih baik,” ujar Bernardo Tavares, Sabtu (1/8).
Baca Juga:Hamza Abdelkarim Wonderkid Barcelona Tunjukkan Performa Gemilang saat Hadapi Birmingham City
“Juga karena, lihat, saya pikir ini sangat tidak adil jika kami harus melakukan perjalanan ke tempat lain, sementara tim lain seperti Arema memiliki waktu istirahat satu hari lebih lama dari kami, dan itu bisa membuat perbedaan besar," imbuh dia.
Bernardo Tavares menilai pemain tidak bisa diperlakukan seperti mesin karena perjalanan dapat menguras energi.
“Jadi, jika mereka tidak melakukan pemulihan dengan baik dan harus melakukan perjalanan, para pemain bukanlah mesin; mereka akan kelelahan di atas lapangan saat pertandingan,” kata Bernardo Tavares.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
