
Jakarta International Stadium (JIS). (istimewa)
JawaPos.com - Dua klub besar Super League, Persija Jakarta dan Persib Bandung, kerap menjadi sorotan. Salah satu isu yang sering menjadi sorotan adalah mengenai markas alias homebase, di mana kedua tim punya dinamika berbeda dalam urusan tersebut.
Tak bisa dipungkiri, Persija Jakarta sering kesulitan bermain di kandang sendiri dibandingkan Persib Bandung. Masalah perizinan keamanan dan ketersediaan stadion di Jakarta yang terbatas menjadi rintangan yang dihadapi Macan Kemayoran, julukan Persija Jakarta.
Jakarta sendiri punya dua stadion megah, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS). Namun, perlu dicatat, kedua stadion tersebut tidak hanya biasa menggelar pertandingan, melainkan juga untuk acara lain seperti konser musik atau acara non-olahraga lainnya.
Baca Juga:Saling Ejek di Media Sosial, Bukti Panasnya Tensi Pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung
Berbanding terbalik dengan Persib Bandung yang memiliki basis tetap di Bandung. Pasalnya, Pangeran Biru - julukan Persib Bandung - resmi menjadi pengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sejak Juli 2024.
Pihak Persib Bandung mengelola stadion yang terletak di Kelurahan Rancanumpah, Kecamatan Gedebage itu selama 30 tahun ke depan. Hal tersebut praktis membuat skuad Pangeran Biru tidak akan menjadi tim musafir, lain cerita dengan Persija Jakarta yang kerap berkandang di luar Jakarta karena kendala perizinan dan terbatasnya stadion.
Namun demikian, Persija Jakarta mendapat angin segar pada Februari 2025. Manajemen klub resmi menandatangani nota kesepahaman atau MoU terkait JIS menjadi markas Macan Kemayoran. Rizky Ridho dan kawan-kawan pun cukup rutin berkandang di stadion yang terletak di Jakarta Utara sejak awal musim Super League 2025/2026.
Meski menjadikan JIS sebagai markas utama, faktanya Persija Jakarta juga mendaftarkan SUGBK sebagai kandang. Jadi, ketika JIS sedang dalam perbaikan, mereka dapat memainkan laga kandang di SUGBK. Andai kedua stadion tersebut tidak bisa digunakan karena sedang perawatan atau bentrok acara non-olahraga, maka opsi terakhir adalah berkandang di luar Jakarta.
“Di awal musim kita sebenernya udah daftarin ya. Didaftarin bahwa kita akan main di JIS gitu. Tapi, kita juga ngirim surat ke GBK, jadwal kita selama satu musim. Dan, mereka ngasih tahu tuh kode, kalau ini bisa, ini bisa, ini bisa,” ungkap Panitia Pelaksana Persija Jakarta, Tauhid Ferry Indrasjarief saat ditemui wartawan termasuk JawaPos.com, Minggu (3/5) kemarin.
Dari 15 laga kandang yang sudah dimainkan Persija Jakarta sejauh musim ini, tercatat Macan Kemayoran berkandang di JIS sebanyak enam kali, tujuh kali di SUGBK, dua kali bermarkas di Solo. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kendala utama Persija Jakarta kerap berpindah kandang karena alasan ketersediaan stadion. Mengingat sekali lagi, JIS dan SUGBK juga bisa dipakai untuk agenda non-olahraga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Crystal Palace vs Middlesbrough di Carabao Cup: The Boro Siap Permalukan Tuan Rumah
Polisi Sebut Human Error Dibalik Kecelakaan Maut BYD M6 yang Tewaskan Sekeluarga di Kembangan Jakbar
