
Pesepak bola Persija Jakarta Witan Sulaeman (kanan) berusaha melewati hadangan pesepak bola PSIM Yogyakarta Gulam Fatkur Rahman (kiri) dalam pertandingan lanjutan Super League 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/foc.
JawaPos.com - Pertandingan kandang PSIM Yogyakarta melawan Persija Jakarta pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 yang rencananya digelar di Stadion Sultan Agung Bantul resmi dipindah ke Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, dikutip dari ANTARA.
Keputusan pemindahan lokasi pertandingan ini berawal dari evaluasi kapasitas fasilitas olahraga di Bantul. Panitia Pelaksana memprioritaskan keselamatan penonton menyusul besarnya antusiasme penikmat sepak bola untuk laga tersebut.
“Manajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM selalu berkomitmen menjalankan regulasi dan kewajiban sebagai peserta kompetisi BRI Super League 2025/26. Untuk laga melawan Persija pada 22 April mendatang, seluruh tahapan perizinan dan persiapan operasional di Stadion Sultan Agung (SSA) sesungguhnya telah kami rampungkan dengan baik,” ujar Ketua Panpel PSIM Wendy Umar Seno Aji, dikutip dari laman resmi PSIM, Minggu.
“Namun, setelah melakukan koordinasi intensif dan mempertimbangkan rekomendasi dari pihak kepolisian serta pemangku kepentingan terkait, kami menyepakati bahwa aspek keamanan dan kenyamanan seluruh pihak harus menjadi prioritas utama. Mengingat tingginya antusiasme pencinta sepak bola untuk laga krusial ini, kami bersama-sama menilai bahwa kapasitas SSA saat ini belum ideal untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut secara maksimal," tambah dia.
Penyelenggara sempat berinisiatif meminjam fasilitas arena di daerah yang lebih dekat jaraknya dari Yogya, termasuk Stadion Jatidiri di Semarang, demi memfasilitasi pendukung. Akan tetapi, rencana tersebut belum bisa terlaksana.
“Kami telah menjajaki berbagai opsi alternatif yang kooperatif, termasuk penggunaan Stadion Jatidiri di Semarang. Akan tetapi, karena adanya dinamika penjadwalan yang bersamaan dengan agenda pemakaian stadion tersebut, opsi ini belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” ungkap dia.
Tak hanya pindah kandang dari Yogya ke Bali, laga nanti juga akan dimainkan tanpa penonton. “Pertandingan ini akan diselenggarakan tanpa kehadiran penonton. Keputusan strategis ini diambil demi menghindarkan PSIM dari sanksi administratif maupun pengurangan poin yang dapat merugikan posisi kita di klasemen,” tegas Wendy.
Laga tertutup tanpa suporter tentu menjadi situasi berat bagi tim di lapangan, apalagi PSIM sedang membutuhkan dukungan dari suporternya setelah menjalani tren negatif hanya memenangkan satu laga dari 11 laga terakhir.
Kendati demikian, panitia mengajak suporter Laskar Mataram terus memberikan energi positif, meski tidak dapat hadir langsung ke stadion.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
