
Pemain Persebaya Surabaya merayakan gol Bruno Moreira di Super League 2025-2026 saat tim Green Force masih mencari solusi di lini depan. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menghadapi masalah serius di lini depan sepanjang Super League 2025/2026. Produktivitas gol tim Green Force menjadi sorotan karena jumlahnya belum mampu mengimbangi ambisi bersaing di papan atas klasemen.
Hingga pekan ke-25 kompetisi, Persebaya Surabaya baru mencetak 37 gol dari 25 pertandingan.
Catatan itu membuat efektivitas serangan Green Force dipertanyakan, terutama ketika tim membutuhkan sosok penyerang murni yang konsisten mencetak gol.
Situasi ini makin terasa karena mayoritas gol Persebaya Surabaya berasal dari pemain yang bukan berposisi sebagai striker utama.
Beberapa pemain sayap dan gelandang justru menjadi penyumbang gol terbanyak bagi tim asal Kota Pahlawan tersebut.
Nama Bruno Moreira menjadi pemain paling produktif bagi Persebaya Surabaya musim ini. Winger asal Brasil itu sudah mencetak sembilan gol dari 23 pertandingan yang dijalaninya di Super League.
Baca Juga:Bernardo Tavares Buka Suara! Koleksi 4 Poin dari 5 Laga Bersama Persebaya Surabaya di Bulan Ramadhan
Kontribusi Bruno Moreira membuat perannya sangat vital dalam skema permainan Green Force. Namun ketergantungan terhadap satu pemain jelas menjadi risiko besar bagi tim jika performanya menurun atau mengalami cedera.
Selain Bruno Moreira, ada Gali Freitas yang juga tampil cukup tajam. Pemain asal Timor Leste tersebut berhasil mencetak enam gol dari 24 pertandingan yang sudah dimainkan bersama Persebaya Surabaya musim ini.
Francisco Rivera juga ikut memberikan kontribusi penting di lini serang tim. Gelandang serang asal Meksiko itu sudah mencetak enam gol dari 21 penampilannya di Super League.
Sementara itu, Mihailo Perovic yang sempat diharapkan menjadi mesin gol juga menyumbang lima gol dari 19 pertandingan.
Kontribusi tersebut cukup membantu, tetapi belum mampu menjadi solusi permanen bagi masalah ketajaman lini depan Persebaya Surabaya.
Menariknya, salah satu penyumbang gol bagi Green Force justru berasal dari lini belakang. Bek tengah Leo Lelis bahkan berhasil mencetak tiga gol dari 19 pertandingan yang dijalaninya musim ini.
Kontribusi Leo Lelis menunjukkan situasi unik dalam komposisi gol Persebaya Surabaya. Seorang bek tengah mampu masuk daftar pencetak gol terbanyak tim karena lini depan belum konsisten mencetak gol.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022