
Dejan Antonic resmi dipecat Semen Padang setelah hanya meraih 13 poin dari 16 pertandingan Super League 2025/2026. (Semen Padang)
JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang dari kubu Semen Padang setelah manajemen resmi memecat Dejan Antonic dari kursi pelatih. Keputusan ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi klub dan langsung menyita perhatian publik pecinta Super League 2025/2026.
Manajemen tak menunggu lama usai rangkaian hasil minor yang membelit Tim Kabau Sirah dalam beberapa pekan terakhir. Statistik buruk menjadi latar kuat di balik berakhirnya kebersamaan tersebut.
Dalam unggahan resminya, Semen Padang menuliskan pesan perpisahan yang emosional. “Thanks Coach @dejan.antonic All the best, Coach! Keep doing great things,” tulis Semen Padang
“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir. Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC, setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim. Terimakasih Coach Dejan.”
Ucapan terima kasih itu sekaligus menjadi penegasan akhir perjalanan Dejan bersama tim asal Sumatera Barat tersebut. Manajemen menyebut keputusan diambil setelah pertimbangan matang dan diskusi internal yang cukup panjang.
Secara angka, performa Dejan Antonic bersama Semen Padang memang jauh dari kata memuaskan. Dari total 16 pertandingan di Super League 2025/2026, ia hanya mampu mempersembahkan tiga kemenangan.
Empat laga berakhir imbang dan sembilan lainnya berujung kekalahan. Total poin yang dikumpulkan hanya 13 angka dengan rata-rata poin 0,81 per pertandingan.
Produktivitas gol pun menjadi sorotan tajam sepanjang musim ini. Semen Padang hanya mencetak 14 gol dan sudah kebobolan 29 kali.
Selisih gol minus 15 menggambarkan rapuhnya lini pertahanan sekaligus tumpulnya sektor serang. Situasi ini membuat posisi tim terus tertekan di papan klasemen.
Hasil imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta pada 4 Maret 2026 menjadi pertandingan terakhir Dejan bersama Semen Padang. Laga tersebut seakan menutup perjalanan yang tak berjalan sesuai harapan.
Sebelumnya, Semen Padang juga dipermalukan Bhayangkara FC dengan skor telak 4-0 pada 24 Februari 2026. Kekalahan itu mempertegas inkonsistensi tim saat bermain tandang.
Pada 20 Februari 2026, Semen Padang hanya mampu bermain imbang 2-2 saat menjamu Malut United. Hasil tersebut gagal mengangkat moral tim yang sedang terpuruk.
Kekalahan 3-0 dari Arema FC pada 15 Februari 2026 semakin memperdalam tekanan terhadap kursi Dejan Antonic. Lini belakang terlihat mudah ditembus dan kehilangan koordinasi.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
