Jean-Paul van Gastel, pelatih PSIM, optimistis dengan peluang timnya menghadapi PSBS Biak. (Dok. ILeague)
JawaPos.com - PSIM Yogyakarta akan menjalani laga tandang pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 dengan menghadapi PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27/2) pukul 20.30 WIB.
Meski secara posisi klasemen kedua tim terpaut cukup jauh, Laskar Mataram tetap menaruh kewaspadaan penuh terhadap potensi kebangkitan tuan rumah.
Saat ini PSIM menempati peringkat kedelapan dengan koleksi 33 poin. Tambahan tiga angka akan sangat berarti karena bisa mengangkat posisi mereka dua strip ke atas, melewati Persita Tangerang dan Bhayangkara Presisi Lampung FC yang sama-sama telah memainkan laga pekan ke-23 dan mengoleksi 35 poin.
Di sisi lain, PSBS tengah berjuang menjauh dari zona degradasi. Tim asal Biak itu berada di peringkat ke-15 dengan 18 poin, jumlah yang sama dengan Persijap Jepara di bawahnya.
Bahkan, jarak mereka dengan Semen Padang FC yang menempati posisi ke-17 hanya terpaut dua angka. Situasi tersebut membuat setiap pertandingan menjadi krusial bagi PSBS.
Pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, mengakui persiapan timnya tidak ideal. Jadwal padat membuat anak asuhnya hanya memiliki waktu singkat untuk pemulihan setelah laga pekan ke-22 melawan Bali United FC, Senin (23/2).
“Persiapannya singkat karena kami hanya punya satu hari untuk pemulihan. Setelah laga ini masih ada pertandingan lain, jadi ini pekan yang berat,” ujar Van Gastel dikutip dari ileague.id.
Selain faktor kebugaran, PSIM juga membawa beban hasil kurang maksimal. Dalam lima laga terakhir, mereka belum meraih kemenangan dengan catatan tiga kali imbang dan dua kekalahan. Kondisi itu membuat laga kontra PSBS menjadi momentum penting untuk kembali ke jalur positif.
Van Gastel menilai perubahan di kubu lawan patut diwaspadai. PSBS kini datang dengan semangat baru setelah pergantian pelatih kepala. Biasanya, situasi tersebut memunculkan energi tambahan bagi pemain.
“Setiap ada pelatih baru, selalu ada energi baru. Para pemain merasa mendapat kesempatan baru. Namun, secara permainan, tidak banyak berubah,” katanya.
Ia menambahkan, tekanan di papan bawah justru bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi PSBS.
“Bagi mereka, setiap laga sangat penting untuk keluar dari zona degradasi. Itu pasti membuat mereka berjuang lebih keras,” tegasnya.
Dengan kepentingan berbeda di papan klasemen, duel ini diprediksi berjalan ketat. PSIM memburu lonjakan posisi, sementara PSBS mempertaruhkan nasib agar tak semakin terjerembap di zona merah.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
