Bojan Hodak (kaos merah) berusaha menenangkan suporter yang masuk ke Lapangan GBLA. (Dok. Persib)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menanggapi insiden kericuhan yang dilakukan oleh oknum suporter Persib Bandung usai laga fase gugur AFC Champions League Two 2025/2026 melawan Ratchaburi FC. Ia memilih berhati-hati dalam berbicara.
Duel Persib vs Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Kota Bandung, dalam laga leg kedua babak 16 besar ACL Two 2025/2026 jadi sorotan tajam publik sepak bola Asia dalam beberapa hari terakhir. Ini semua dikarenakan adanya kericuhan oknum suporter tuan rumah.
Sejumlah penonton semula melakukan banyak pelemparan barang-barang tak perlu ke lapangan. Mereka kemudian menerobos masuk ke lapangan tepat setelah wasit meniup peluit panjang laga yang berakhir dengan skor 1-0.
Bahkan, para oknum suporter Persib tersebut sampai merusak fasilitas papan iklan, menendang fotografer, hingga mengejar wasit Majed Mohammed Alshamrani dan perangkat pertandingan lain hingga ke lorong menuju ruang ganti.
Rentetan kejadian itu diyakini luapan kekecewaan suporter tuan rumah. Sebab, Persib Bandung tersisih dari ACL Two 2025/2026 lantaran secara agregat kalah 1-3 dari Ratchaburi FC. Tapi, kekecewaan itu tak bisa dibenarkan sehingga kericuhan tersebut menuai kecaman banyak pihak.
Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI menanggapi kejadian tersebut. Ia menyayangkan karena seharusnya insiden itu tak perlu terjadi.
"Ya, saya tentu yang bilang, kejadian-kejadian seperti ini perlu diantisipasi," kata Erick Thohir di Kantor Kemenpora RI, Jumat (20/2).
Namun, Erick Thohir enggan berbicara banyak menanggapi itu. Menurutnya, yang bisa dilakukan saat ini adalah menunggu kabar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terlebih dahulu dalam menyikapi kericuhan oknum suporter Persib Bandung.
"Tapi kita tunggu dari AFC-nya sendiri seperti apa penilaiannya," jelas Erick Thohir yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.
"Tentu itu ada wilayah yang lebih tinggi lagi yang saya mungkin tidak mau berkomentar sebelum sanksinya," tambahnya.
Kekecewaan terhadap aksi kericuhan sebenarnya sempat diutarakan oleh Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. Ia murka karena para oknum suporter tersebut mencoreng penggemar Persib lain yang ada di atadion.
"Di sini kita punya 30.000 penggemar. 29.900 penonton sangat fantastis. Tidak mudah bermain ketika kita memiliki jumlah penggemar sebanyak ini," kata Bojan Hodak usai pertandingan.
"Anda bisa melihatnya jika Anda ingat Bangkok United, mereka tidak tahu siapa diri mereka di babak pertama. Hari ini juga Ratchaburi takut bermain di babak pertama, itu tidak mudah. Ini adalah keuntungan besar kita," imbuh dia.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
