Skuad Persebaya Surabaya jalani latihan keras di bulan Ramadhan. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Recovery cepat jadi kunci Bernardo Tavares jaga kondisi skuad Persebaya Surabaya di bulan Ramadhan 2026. Di tengah jadwal padat dan tantangan fisik selama berpuasa, strategi pemulihan cepat menjadi senjata utama Green Force agar tetap kompetitif.
Empat pertandingan dalam rentang dua pekan menanti Persebaya Surabaya sepanjang Ramadhan tahun ini. Jadwal yang mepet memaksa tim pelatih dan tim medis bekerja ekstra menjaga kebugaran pemain.
Persebaya Surabaya akan memulai rangkaian laga dengan bertandang ke markas Persijap Jepara pada 21 Februari. Empat hari berselang, Green Force menjamu PSM Makassar di kandang sendiri.
Ujian belum berhenti karena pada 2 Maret giliran Persib Bandung yang datang menantang. Setelah itu, Persebaya Surabaya menutup rangkaian laga Ramadhan dengan menghadapi Borneo FC Samarinda pada 7 Maret mendatang.
Jeda antarpertandingan hanya berkisar tiga hingga lima hari. Situasi ini membuat aspek pemulihan atau recovery cepat menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas performa.
Bernardo Tavares memahami betul risiko kelelahan yang mengintai pemainnya. Intensitas pertandingan tinggi saat berpuasa bisa berdampak langsung pada energi, fokus, dan risiko cedera.
Karena itu, sinergi antara pelatih dan tim medis diperkuat sejak jauh hari. Perencanaan detail dilakukan agar setiap pemain tetap berada dalam kondisi optimal meski ritme laga padat.
Dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Ahmad Ridhoi, menegaskan tim medis sudah menyiapkan skema khusus menyambut Ramadhan. Pengaturan nutrisi dan waktu pemulihan menjadi perhatian utama dalam program tersebut.
“Yang paling penting adalah manajemen energi. Saat Ramadhan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi,” ujar dr. Ridhoi.
“Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi.”
Pengaturan asupan kalori disesuaikan dengan beban latihan dan pertandingan yang dijalani pemain. Cairan tubuh juga menjadi fokus utama agar tidak terjadi dehidrasi yang bisa menurunkan performa.
Selain nutrisi, monitoring kondisi fisik dilakukan setiap hari. Tim medis tidak ingin kecolongan terhadap potensi kelelahan berlebih yang bisa berdampak panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022