
Larangan kehadiran Bonek di laga away Persebaya Surabaya jadi salah satu contoh kerugian transformasi sepak bola. (Persebaya)
JawaPos.com — Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus peneliti budaya sepak bola, Fajar Junaedimenyampaikan kritik tajam. Pihaknya menilai pelarangan kehadiran Bonek pada laga PSIM Jogja versus Persebaya Surabaya menjadi kemunduran serius bagi transformasi sepak bola modern di Indonesia.
Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya problematik secara historis, tetapi juga merugikan dari sisi ekonomi, tata kelola, dan pembelajaran penyelenggaraan pertandingan berisiko tinggi.
Laga big match PSIM Jogja melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 menyedot antusiasme besar publik.
Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1) pukul 15.30 itu bahkan memicu keluhan terkait keterbatasan kuota dan akses tiket.
Ia menilai pelarangan suporter tandang tidak memiliki dasar historis yang kuat.
“Larangan suporter sepak bola away terjadi pasca tragedi Kanjuruhan. Padahal saat tragedi Kanjuruhan justru tidak ada suporter tamu,” ujar Fajar Junaedi kepada JawaPos.com, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, tragedi kelam dalam laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tidak melibatkan suporter tamu sama sekali.
“Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir kelam itu hanya melibatkan suporter tuan rumah,” ucapnya.
Fajar menegaskan kerusuhan saat itu terjadi antara suporter tuan rumah dan aparat keamanan. “Artinya tidak ada andil suporter tamu dalam tragedi Kanjuruhan,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti jatuhnya korban jiwa yang mencapai 135 orang sebagai akibat dari buruknya tata kelola pertandingan.
“Jatuhnya korban jiwa yang mencapai 135 adalah akibat tata kelola dan mitigasi yang buruk dari panpel dan klub tuan rumah,” tegasnya.
Fajar menilai kebijakan lanjutan berupa pelarangan suporter tandang justru tidak relevan. “Anehnya, kemudian muncul larangan suporter away,” katanya.
Baca Juga: Bruno Paraiba atau Robert Lewandowski? Bonek Kesengsem Aksi Striker Asing Baru Persebaya Surabaya
Lebih jauh, ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah ahistoris yang keliru sasaran.
“Kesalahan suporter tuan rumah, panpel, klub dan aparat keamanan, justru ditimpakan kepada semua suporter klub-klub sepak bola yang lain,” ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
