
Kadek Raditya jadi bek baru Persis Solo yang hengkang dari Persebaya Surabaya. (Persis Solo)
JawaPos.com — Eks bek Persebaya Surabaya Kadek Raditya resmi jadi palang pintu Persis Solo di putaran kedua Super League 2025/2026. Kehadiran bek berpengalaman ini diharapkan menjadi solusi atas rapuhnya lini belakang Laskar Sambernyawa.
Persis Solo mendatangkan Kadek Raditya dengan status pinjaman dari Persebaya Surabaya. Transfer ini diumumkan secara resmi pada Rabu, 21 Januari 2026, sekaligus menandai keseriusan klub menatap paruh kedua musim.
Melalui akun Instagram resmi klub, Persis Solo menyambut sang pemain dengan penuh optimisme. “Bergabung untuk memberi jaminan aman di sektor pertahanan. Selamat datang di Sukarta, Kadek Raditya!,” tulis Persis Solo.
Kabar kepindahan Kadek Raditya sebenarnya telah ramai diperbincangkan di jagat maya beberapa waktu terakhir. Konfirmasi resmi ini pun langsung mendapat respons positif dari suporter Persis Solo.
Manajemen Persis Solo menilai Kadek Raditya sosok yang tepat untuk mengisi posisi bek tengah.
Pengalaman panjangnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dianggap mampu menambah ketenangan dan disiplin di lini pertahanan.
Target utama Persis Solo di putaran kedua adalah bertahan di Super League 2025/2026. Untuk itu, pembenahan skuad dilakukan secara agresif sejak bursa transfer dibuka.
Kadek Raditya menjadi bagian dari proyek perombakan tersebut. Persis Solo ingin memastikan sektor belakang lebih solid demi mengamankan poin-poin krusial.
Sebelum mendatangkan Kadek Raditya, Persis Solo lebih dulu memperkenalkan Alfriyanto Nico. Pemain sayap tersebut didatangkan dengan status pinjaman dari Persija Jakarta.
Tak berhenti di situ, Persis Solo juga menambah kekuatan asing dengan merekrut Vukasin Vranes dan Dusan Mijic. Dua pemain asal Serbia ini diproyeksikan memperkaya opsi taktik tim.
Masuknya Kadek Raditya melengkapi kebutuhan tim di posisi bek tengah. Kombinasi pemain lokal berpengalaman dan legiun asing diharapkan menciptakan keseimbangan ideal.
Kadek Raditya Maheswara lahir di Denpasar, Bali, pada 13 Juni 1999. Pemain berusia 26 tahun ini dikenal sebagai bek tengah dengan postur ideal dan kaki dominan kanan.
Perjalanan kariernya dimulai dari SKO Ragunan pada 2014. Dari sana, Kadek Raditya ditempa sebagai pemain muda potensial di level nasional.
Ia juga sempat memperkuat Persab Youth dengan status pinjaman dari SKO Ragunan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perkembangan karier profesionalnya.
Penampilan konsisten membawanya ke Timnas Indonesia U19 pada 2017. Kadek Raditya tampil di ajang AFC U19 Championship dan mencatatkan 74 menit bermain di babak perempat final.
