Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Januari 2026 | 03.43 WIB

Memilukan! Thom Haye Curhat Dapat Teror Pembunuhan Usai Sukses Bantu Persib Tekuk Persija

Bek Persija Bruno Tubarao (kiri) saat berduel dengan Thom Haye dalam duel Persib vs Persija. (Dok. Persib) - Image

Bek Persija Bruno Tubarao (kiri) saat berduel dengan Thom Haye dalam duel Persib vs Persija. (Dok. Persib)

JawaPos.com - Gelandang Persib Bandung, Thom Haye mencurahkan isi hatinya usai membantu Pangeran Biru mengalahkan Persija Jakarta. Ia menyiratkan mendapatkan teror ancaman pembunuhan setelah pertandingan di media sosial.

Duel Persib vs Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung telah berakhir. Laga bertajuk El Clasico Indonesia itu tuntas dengan skor 0-1 pada Minggu (11/1).

Gol kemenangan Persib dicetak oleh Beckham Putra Nugraha pada awal babak pertama. Ia mencatatkan namanya di papan skor saat laga belum berjalan lima menit, usai memanfaatkan kesalahan Van Basty Sousa yang gagal menyapu bola umpan Berguinho dari sisi kanan penyerangan.

Sepanjang 90 menit, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Lebih dari lima kartu kuning dan satu kartu merah keluar dari kantung wasit Ko Hyung-Jin. Selain itu, ada ribut-ribut yang terjadi di akhir laga.

Thom Haye jadi salah satu sosok yang terlibat keributan. Ia sampai harus dipisahkan oleh rekan-rekannya termasuk pelatih Bojan Hodak. Kecaman pun ternyata menghampiri Thom Haye. Ia kemudian mencurahkan isi hatinya menanggapi laga Derbi Indonesia.

"Kami memenangkan derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami dan Bobotoh," tulis Thom Haye dalam Instagram resminya.

"Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi. Gairah dan Suasananya istimewa. Pada saat yang sama saya merasa sedih, sangat disayangkan bahwa terlalu banyak pertandingan dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan pelanggaran yang tidak perlu," tambahnya.

Thom Haye mengaku sedih karena kualitas pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia dirusak oleh hal-hal tak perlu. Ia bahkan sampai menerima ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarganya.

"Sangat menyedihkan melihat pemain berkontribusi terhadap ini dan merusak kualitas permainan. Gila itu kalau diomongin cuma mau berantem aja. Rasa hormat sangat penting untuk pertumbuhan permainan," kata Haye.

"Dan satu hal terakhir.. Saya dapat mengambil banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirim harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti," tambah dia.

Sepak bola, kata Haye, semestinya tidak sampai ke teror dan ancaman seperti itu. Semuanya seharusnya hanya dan cukup terjadi di lapangan. Ia pun berharap hal itu tak terulang lagi ke depan.

"Sepak bola seharusnya tidak pernah berjalan sejauh itu. Mari bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik untuk para pemain, untuk para penggemar dan untuk masa depan sepak bola Indonesia," tutup Haye.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore