
Muhammad Hilmi (nomor 23) dari Putra Jaya yang melakukan tendangan horor. (Putra Jaya)
JawaPos.com-Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur mengambil alih penanganan insiden yang menunjukkan dugaan pelanggaran disiplin berat oleh salah satu pemain, dalam pertandingan PS Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Bangkalan, Senin (5/1).
Ketua Komdis PSSI Jawa Timur Makin Rahmat menjelaskan berdasarkan video yang beredar serta laporan langsung perangkat pertandingan, pemain PS Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar terlihat melakukan penghadangan bola dengan kaki kanan yang mengenai bagian dada Firman, pemain Perseta 1970 Tulungagung.
"Itu terlihat di menit 72 saat skor 0-4, kemenangan sementara oleh Perseta, jika dilihat di video persepsi saya memang terlihat pelanggaran berat," kata Makin saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Ia mengatakan kasus tersebut langsung ditangani Komdis dan dijadwalkan menjalani sidang pada Selasa (11/1) sekitar pukul 11.00 WIB untuk menentukan bentuk dan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
Menurut Makin, insiden tersebut bisa masuk dalam kategori pelanggaran disiplin berat sebagaimana diatur dalam Pasal 48 Kode Disiplin PSSI, yang memiliki ancaman hukuman paling berat berupa larangan bermain seumur hidup.
Namun demikian, ia menegaskan keputusan akhir terkait sanksi baru dapat ditentukan setelah seluruh proses sidang dan pemeriksaan selesai dilakukan oleh Komdis. "Semua akan diputuskan dalam sidang komdis hari ini, semoga bisa secepatnya untuk keluar hasilnya," ucapnya.
Sementara itu, lanjutnya, kondisi pemain Perseta 1970 Tulungagung yang menjadi korban masih menjalani perawatan di rumah sakit pascakejadian tersebut.
Makin menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan apakah pemain tersebut akan dirujuk ke rumah sakit di Surabaya atau tetap menjalani perawatan di Bangkalan, mengingat lokasi pertandingan berlangsung di Stadion Bangkalan.
Komdis PSSI Jawa Timur memastikan hasil sidang akan segera diumumkan kepada publik setelah proses persidangan selesai dilakukan.
"Saya juga mengapresiasi panitia pelaksana yang sigap langsung memberi pertolongan pertama kepada pemain Perseta, karena kami juga tidak ingin ada pemain yang meninggal saat bertanding lagi seperti Choirul Huda," ujarnya. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
