
Persebaya Surabaya tengah dalam kondisi krisis tanpa lima sosok kunci lawan Borneo FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Lima sosok penting Persebaya Surabaya dipastikan absen saat menghadapi Borneo FC dalam laga lanjutan Super League. Mulai dari Bruno Moreira, Francisco Rivera, pelatih kepala, manajer, hingga caretaker.
Situasi ini menjadikan laga di Stadion Gelora Bung Tomo lawan Borneo FC sebagai ujian terberat Persebaya di Super League musim ini. Bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga dari sisi internal tim Green Force.
Absennya Bruno Moreira dan Francisco Rivera langsung memukul kekuatan Persebaya Surabaya dari sektor permainan.
Dua pemain asing tersebut selama ini kerap menjadi tumpuan kreativitas dan penentu momentum permainan Persebaya. Sehingga kehilangan keduanya membuat opsi serangan pada laga lawan Borneo FC jauh lebih terbatas.
Masalah Persebaya Surabaya tidak berhenti pada pemain karena kursi pelatih kepala juga masih kosong. Sejak berakhirnya kerja sama dengan Eduardo Perez, manajemen belum menunjuk pengganti definitif untuk memimpin tim secara penuh.
Dalam kondisi tersebut, Uston Nawawi ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu sudah sekitar 30 hari mendampingi tim tanpa kepastian status jangka panjang di kompetisi Super League.
Uston mengaku belum mengetahui rencana manajemen terkait pelatih baru. “Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut. Saya belum mengetahui soal itu,” ucap dia.
Dengan posisi sementara, Uston memilih fokus pada pekerjaan sehari-hari bersama tim. “Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” lanjut pelatih asal Sidoarjo tersebut.
Ironisnya, saat Persebaya Surabaya menghadapi Borneo FC, Uston Nawawi justru tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan. Dia harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning sesuai regulasi kompetisi.
Kartu kuning pertama diterima Uston saat laga melawan Persija Jakarta pada menit ke-39. Kartu kedua datang ketika menghadapi Bhayangkara FC pada menit ke-89, yang membuatnya otomatis absen satu pertandingan.
Regulasi I.League secara tegas melarang ofisial yang mengoleksi dua kartu kuning mendampingi tim pada laga berikutnya. Akibatnya, Persebaya Surabaya kehilangan figur sentral dalam pengambilan keputusan taktis di sisi lapangan.
Peran caretaker di pinggir lapangan akan diambil alih oleh Shin Sang-gyu. Pelatih fisik tersebut ditunjuk mendampingi tim saat melawan Borneo FC meski minim pengalaman sebagai pemimpin utama pertandingan.
Kondisi ini membuat bench Persebaya Surabaya terlihat pincang. Dalam laga dengan tensi tinggi, minimnya pengalaman Shin berpotensi memengaruhi respons tim terhadap dinamika permainan.
Masalah internal semakin lengkap karena Persebaya Surabaya juga tampil tanpa kehadiran manajer tim. Absennya unsur manajerial ini mempertegas kesan klub berjalan tanpa struktur ideal jelang laga krusial.
Di saat yang sama, Persebaya Surabaya harus menghadapi lawan dengan kondisi terbaik. Borneo FC datang ke Surabaya sebagai pemuncak klasemen sementara dengan kepercayaan diri tinggi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
