Pemain sepak bola Malut United Yance Sayuri. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tensi panas dalam sebuah laga big match seringkali tak terhindarkan, bahkan tak jarang kompatriot di Timnas bisa saling bentrok fisik saat membela klub masing-masing, meski setelah laga berakhir, kedua kubu akan kembali berdamai.
Seperti yang terjadi dalam laga Malut United kontra Persib Bandung, di mana sempat terjadi ketegangan serius antara kedua pemain Timnas Indonesia, yaitu Marc Klok dari Persib dan Yance Sayuri dari Malut.
Bahkan Yance sempat terpancing emosi dan memberi gestur seakan ingin memukul ke arah Klok. Beruntung, setelah laga usai, berkat kedewasaan kedua pemain, insiden tersebut tidak berbuntut panjang dan Yance maupun Klok sama-sama telah memaafkan.
Sayangnya, di luar lapangan, insiden Yance dan Klok malah sempat berlanjut setelah pertandingan usai. Bukan oleh pemain maupun ofisial kedua tim, melainkan oleh oknum suporter Persib yang gencar menghujat Yance.
Bahkan, di sejumlah komentar netizen oknum Bobotoh, mereka menghujat habis-habisan Yance hingga ada yang bernada rasis. Hal ini tentu sangat disayangkan.
Manajemen Malut United pun turut mengecam ujaran rasisme itu. Hal itu turut disesalkan karena tensi tinggi sebuah pertandingan seharusnya pantang dinodai rasisme.
"Serangan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pendukung Persib Bandung usai laga Malut United kontra Persib, ini sangat disesalkan. Kami minta koordinator Bobotoh untuk menertibkan oknum pendukung seperti ini," kata Wakil Manajer Malut United, Asghar Saleh seperti dikutip dari Antara.
Menurut Asghar, tindakan rasis menunjukkan perilaku pendukung yang kerdil dan pola pikir mereka yang rendah, apalagi sudah dilarang keras di seluruh penjuru dunia.
"Kita kecam ini. Persib adalah tim besar, tapi perilaku pendukung seperti ini sangat kerdil. Serangan rasis terhadap Yance dan juga Yakob Sayuri sudah berulang kali terjadi," imbuhnya.
Asghar juga mengkritik PSSI karena pihak federasi dianggap kurang serius dalam menindak maupun mencegah rasisme bagi sejumlah pemain sepak bola di Indonesia.
"Sudah kami laporkan ke polisi, tapi sampai sekarang federasi terkesan diam. Tidak ada tindakan apa pun," Tuturnya lagi.
Manajemen Malut United berharap kejadian serupa tidak terulang lagi, dan meminta seluruh elemen masyarakat, suporter, klub, hingga federasi menunjukkan keseriusan dalam memberantas rasisme di kancah persepakbolaan nasional.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
