
Dukungan penuh Bonek di laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya makin boncos setelah menerima total denda Rp 250 juta dari Komite Disiplin PSSI seusai laga derbi panas kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Hukuman itu diumumkan Komdis pada 27 November 2025 dan langsung menyedot perhatian suporter karena jumlahnya membengkak hanya dari satu pertandingan.
Derbi Jawa Timur pekan ke-13 Super League 2025/2026 yang berlangsung pada 22 November 2025 tersebut memang berjalan ketat dan berakhir imbang 1-1.
Namun riuhnya laga yang dihadiri 29.476 penonton itu justru menyisakan sederet pelanggaran yang membuat Persebaya Surabaya harus merogoh kocek cukup dalam.
Komdis mencatat serangkaian insiden yang melibatkan suporter dari berbagai tribun selama pertandingan berlangsung.
Dari empat keputusan disiplin yang dijatuhkan, tiga ditujukan kepada klub Persebaya Surabaya dan satu kepada panitia pelaksana pertandingan.
Pelanggaran pertama muncul dari Tribun Utara saat suporter menyalakan petasan sebanyak enam kali. Aksi tersebut langsung diganjar denda Rp 120 juta karena dianggap membahayakan dan mengganggu jalannya pertandingan.
Tak berhenti di situ, Komdis juga memberikan denda Rp 30 juta untuk insiden pelemparan benda dari beberapa area stadion.
Dari Tribun VIP Barat, Tribun Timur arah Utara, hingga penonton VIP Barat, muncul aksi melempar air minum kemasan, roti, hingga paper roll yang terjadi pada menit ke-63 dan saat pemain Arema hendak memasuki tunnel.
Panitia pelaksana pertandingan turut terseret dalam hukuman setelah dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar stadion.
Kerusuhan yang terjadi di Tribun Barat, Utara, dan Selatan serta adanya korban luka membuat panpel Persebaya Surabaya harus membayar denda Rp 40 juta.
Setelah pertandingan berakhir, masalah kembali muncul ketika beberapa suporter turun dari Tribun Utara dan memasuki area pinggir lapangan.
Aksi pitch invasion tersebut membuat Persebaya Surabaya menerima tambahan denda Rp 60 juta dan melengkapi akumulasi total menjadi Rp 250 juta.
Deretan hukuman ini memicu beragam reaksi dari kalangan Bonek yang menilai denda tersebut terasa memberatkan.
Mereka ramai berkomentar di media sosial dan grup komunitas, sebagian dengan nada frustrasi dan sebagian lainnya memilih menanggapinya dengan humor khas suporter.
