
Andhika Ardiansyah kembali dari Spanyol, siap membawa perubahan untuk Laskar Mataram Muda. (psimjogja.id)
JawaPos.com-Andhika Ardiansyah pulang dari Spanyol dengan semangat baru. Usai menimba ilmu di dua klub berbeda termasuk Villarreal, pelatih muda asal Jogjakarta itu membawa banyak wawasan yang dia yakini dapat menjadi fondasi penting bagi perkembangan Laskar Mataram Muda.
Meski pengalaman tersebut terbilang singkat, Andhika merasa apa yang dia pelajari di sana cukup membuka pikirannya tentang bagaimana sebuah akademi dapat bertumbuh secara terstruktur.
Menurut dia, banyak klub di Spanyol yang memprioritaskan pengembangan pelatih sebelum berbicara soal teknologi atau fasilitas canggih.
Dia melihat bagaimana staf pelatih di sana dibentuk dengan disiplin, pembagian tugas jelas, serta komunikasi yang terarah. Prinsip-prinsip itulah yang coba ia cerna dan terjemahkan ke dalam kondisi sepak bola muda di Tanah Air.
Andhika paham bahwa menerapkan teknologi tingkat tinggi seperti yang digunakan klub-klub Eropa membutuhkan biaya besar. Dia tak menutup mata bahwa adaptasi semacam itu tidak bisa dilakukan secara instan.
Namun, dia percaya ada langkah yang bisa diambil sejak sekarang tanpa menunggu fasilitas mewah hadir memperkuat kualitas sumber daya manusianya.
“Hal pertama yang mungkin bisa saya terapkan di sini adalah develop atau mengembangkan pelatih. Karena kunci utamanya ada di pelatih,” tegas Andhika Ardiansyah dikutip dari website psimjogja.id.
Menurut Andhika, pembinaan pemain tak akan pernah maksimal jika para pelatih belum memiliki standar kerja yang sama dan pemahaman metodologi yang matang.
Dia menilai bahwa peningkatan kapasitas pelatih dapat dimulai dengan hal sederhana, seperti sesi diskusi rutin, pembagian modul latihan yang seragam, serta evaluasi berkala terhadap program yang sudah dijalankan.
“Tidak semua harus mahal. Kadang, yang diperlukan hanya konsistensi dan kemauan belajar,” ujar Andhika Ardiansyah.
Pengalaman mengamati langsung sistem akademi di Spanyol membuatnya menyadari pentingnya kesinambungan. Di luar latihan teknis, klub-klub Eropa memberi perhatian besar pada pembentukan karakter, pengembangan mental, serta penanaman kebiasaan profesional sejak usia dini.
Semua itu, kata Andhika, hanya dapat berjalan efektif jika pelatih menjadi contoh utama. Dengan membawa pulang oleh-oleh ilmu dari dua klub Spanyol tersebut, Andhika berharap Laskar Mataram Muda dapat mengambil langkah baru dalam perjalanan mereka.
Meskipun tantangan masih panjang, dia optimistis bahwa perubahan yang dimulai dari pelatih perlahan akan berdampak pada kualitas pemain, cara kerja tim, dan masa depan akademi secara keseluruhan.
“Yang penting berani mulai dulu,” tandas Andhika Ardiansyah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022