Proyek Balkan Persebaya Surabaya tengah dalam sorotan kritis Bonek di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Proyek Gagal Serdadu Balkan Persebaya Surabaya kini menjadi sorotan setelah performa Green Force anjlok di era Eduardo Perez. Pondasi yang diracik Paul Munster musim lalu terlihat runtuh lebih cepat dari dugaan banyak orang.
Saat Munster mendatangkan tiga pemain Balkan pada Super League 2024/2025, banyak yang percaya Persebaya Surabaya sedang membangun proyek ambisius.
Tiga nama itu adalah Slavko Damjanovic, Dejan Tumbas, dan Dime Dimov, yang masing-masing datang dengan reputasi besar di level Asia.
Munster menilai mereka bukan sekadar pemain asing yang mengisi kuota regulasi. Ia dengan tegas mengatakan, “Tidak ada preferensi khusus, mereka punya latar belakang bermain di Asia, jadi ini penting bagi saya.”
Slavko menjadi pilar kokoh dan cepat menyatu dengan karakter Persebaya Surabaya.
Ia bahkan mengakui kenyamanannya sejak awal dengan menyebut, “Saya sangat senang di sini, kita punya tim dengan kualitas yang bagus dan pelatih yang hebat.”
Dejan yang dikenal serba bisa langsung menjadi pusat kreativitas lini tengah. Ia bahkan dijuluki bomber baru oleh Bonek karena kualitas penyelesaiannya di momen krusial.
Sementara itu, Dime membawa intensitas yang jarang dimiliki pemain bertahan di Super League. Mobilitas dan energinya membuat sisi lapangan Persebaya Surabaya hidup sepanjang pertandingan.
Munster menjelaskan latar belakang berbeda ketiganya justru membantu proses adaptasi.
“Mereka semua bermain di negara yang berbeda, Dejan dari Liga Tajikistan, Slavko pernah bermain di India sebelumnya, Dime pernah bermain di liga teratas di Bulgaria,” ujarnya menegaskan alasan memilih mereka.
Adaptasi trio Balkan itu berlangsung cepat berkat pengalaman mereka di kompetisi Asia. Munster kembali menambahkan, “Dua dari tiga pemain itu sudah pernah bermain di Asia, jadi adaptasinya tidak begitu lama.”
Kontribusi mereka membuat Persebaya Surabaya tampil stabil dan penuh karakter musim lalu. Green Force menutup musim di posisi empat besar, prestasi penting setelah beberapa musim tidak konsisten.
Namun, kejutan datang ketika Paul Munster memutuskan hengkang setelah musim berakhir. Ia bahkan mengajak Slavko bergabung ke Bhayangkara FC di musim berikutnya.
Kepindahan itu meninggalkan lubang besar di struktur proyek Balkan. Meski demikian, manajemen tetap melanjutkannya ketika Eduardo Pérez mengambil alih kursi pelatih.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
