Caretaker Persebaya Surabaya Uston Nawawi. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Ruang ganti Persebaya Surabaya terlihat lesu setelah imbang dari Bhayangkara FC pada pekan ke-14 Super League musim ini. Laga yang berakhir dengan skor 1-1 tersebut dimainkan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (28/11).
Persebaya kebobolan lewat gol sundulan penyerang Bhayangkara FC, Dendy Sulistyawan. Kebobolan tersebut terjadi pada menit ke-90+8 dan bola sundulannya gagal ditepis Ernando Ari.
Usai pertandingan, pelatih caretaker Persebaya, Uston Nawawi, sangat menyayangkan kebobolan di menit akhir. Dia mengatakan bahwa skuadnya seharusnya bisa fokus hingga menit akhir.
Legenda hidup Persebaya tersebut sepenuhnya bertanggung jawab atas hasil imbang dari Bhayangkara FC. Meskipun demikian, Uston Nawawi memuji performa dan progres skuad Green Force di laga tersebut.
Untuk laga selanjutnya melawan PSM Makassar, Uston ingin Persebaya melupakan hasil imbang di Lampung. Dia juga berharap agar anak asuhannya bisa fokus di laga yang dimainkan di Stadion B.J.Habibie, Sabtu (6/12).
"Pertandingan tinggal sedikit lagi dan tiga poin di depan mata, kurang fokus sedikit. Tapi, tidak apa-apa itu jadi tanggung jawab saya karena nanti ada review dan evaluasi. Menurut saya, jujur, progres kita cukup bagus, cuma tinggal sedikit menangnya."
"Kalian sudah berjuang dan bermain maksimal seperti apa yang kita mau dan sudah disepakati. Tapi, hasil belum berpihak pada kita. Makanya, kita harus lupakan ini dan kita fokus lawan PSM," kata Uston Nawawi di depan seluruh skuad Persebaya saat berada di ruang ganti Stadion PKOR Sumpah Pemuda yang diunggah kanal YouTube Persebaya, Selasa (2/12).
Salah satu kelemahan Persebaya yang selalu terjadi tiap musim adalah kehilangan fokus di menit akhir. Bahkan, di laga perdana Super League lawan PSIM Yogyakarta, Persebaya kalah karena kebobolan di menit ke-90+2.
Laga melawan PSM Makassar di Parepare akan menjadi ujian berikutnya bagi Persebaya. Apakah skuad asuhan Uston Nawawi bisa fokus hingga menit akhir dan mencuri tiga poin?

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
