
Penjaga gawang PSIM Jogja Cahya Supriadi jadi Man of The Match saat menang 1-0 atas Bhayangkara. (psimjogja.id)
JawaPos.com-PSIM Jogja memastikan tiga poin penting di kandang setelah menundukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-0. Laga sengit itu berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (22/11).
Kemenangan ini bukan hanya menjaga momentum positif Laskar Mataram. Tapi juga kembali memperlihatkan ketangguhan lini pertahanan mereka di hadapan ribuan pendukung.
Gol semata wayang PSIM dicetak Rahmatsho Rahmatzoda pada menit ke-38. Berawal dari serangan cepat di sisi kiri, bola disodorkan ke Rahmatsho yang lalu melepaskan tembakan terukur ke sudut gawang.
Bhayangkara mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun rapatnya pertahanan PSIM membuat mereka kesulitan mencari celah.
Meski Rahmatsho menjadi pencetak gol, perhatian utama justru tertuju pada sosok Cahya Supriadi. Kiper muda PSIM tersebut tampil bak tembok hidup sepanjang laga.
Berkali-kali peluang emas Bhayangkara berhasil dipatahkan lewat refleks cepatnya. Termasuk dua penyelamatan penting di babak kedua yang membuat stadion bergemuruh.
Berkat performa tersebut, Cahya kembali dinobatkan sebagai Man of The Match. Ini menjadi penghargaan MoTM ketiganya musim ini setelah sebelumnya diraihnya dalam laga kontra Persib dan PSM Makassar.
Tidak hanya suporter yang terkesan, dua pelatih yang bertanding pun memberikan apresiasi tinggi. Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menyampaikan bahwa kemenangan kali ini tidak lepas dari kontribusi besar sang kiper.
“Para pemain lawan tampil bagus. Namun kiper kami, Cahya Supriadi, bermain sangat luar biasa dengan banyak penyelamatan krusial,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers dikutip dari website psimjogja.id.
Dia menambahkan bahwa tanpa performa Cahya, jalannya pertandingan bisa saja berbeda.
Dari kubu lawan, Paul Munster juga tak ragu memberikan pujian. Meski timnya harus pulang tanpa poin, dia mengakui bahwa Cahya menjadi alasan utama Bhayangkara gagal menyamakan kedudukan.
“Kami punya banyak peluang, terutama di babak kedua. Tetapi penyelesaian kami selalu digagalkan oleh kiper mereka,” ucap Munster.
Bahkan sebelum menutup sesi jumpa pers, Munster kembali menegaskan bahwa Cahya adalah pemain terbaik pada pertandingan tersebut.
Kemenangan tipis ini semakin mengukuhkan peran Cahya sebagai salah satu kiper muda paling menjanjikan di kompetisi musim ini. Sekaligus menjaga ambisi PSIM untuk terus merangkak naik dalam persaingan papan atas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
