Eduardo Perez siap hadapi Marcos Santos di laga Persebaya Surabaya vs Arema FC. (Persebaya Surabaya/Arema FC)
JawaPos.com — Pertanyaan besar menyelimuti Derby Jatim kali ini: siapa yang bakal dipecat lebih dulu, Eduardo Perez atau Marcos Santos? Duel panas antara Persebaya Surabaya dan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) akhir pekan ini bukan sekadar pertarungan gengsi, tapi juga laga penentuan nasib dua pelatih yang kursinya mulai goyah.
Rivalitas klasik dua tim Jawa Timur selalu menghadirkan tensi tinggi, tapi kali ini tekanannya lebih berat untuk para juru taktik.
Eduardo Perez terus digoyang desakan mundur setelah hasil seri 1-1 melawan Persik Kediri di pekan ke-12, sementara Marcos Santos juga tertekan usai Arema FC menelan empat kekalahan beruntun di kandang.
Persebaya Surabaya sejauh ini tampil inkonsisten meski dihuni banyak pemain berkualitas.
Dari sepuluh laga, Green Force hanya mengoleksi empat kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan yang membuat posisi Perez di ujung tanduk.
Suporter Bonek mulai kehilangan kesabaran. Mereka menilai permainan Persebaya Surabaya belum mencerminkan ambisi tim yang digadang bakal bersaing di papan atas Super League 2025/2026.
Eduardo Perez memilih tetap tenang menanggapi kritik yang mengalir deras. Ia menegaskan semua pendapat suporter dihormati, namun dirinya akan fokus pada pekerjaan dan tetap percaya penuh pada skuad yang dimiliki.
“Ketika Anda bekerja di dunia sepak bola, Anda harus siap untuk segalanya,” ujarnya dengan tenang. Ia mengaku justru semakin kuat menghadapi tekanan karena menyadari risiko pekerjaan pelatih di klub sebesar Persebaya Surabaya.
Perez menilai hasil imbang lawan Persik bukan karena kurangnya semangat, melainkan karena detail kecil yang gagal diantisipasi.
Timnya sempat unggul lebih dulu sebelum disamakan lewat skema umpan silang yang tak mampu dibendung lini belakang.
Ia menyebut pertandingan berjalan seimbang sejak awal. Menurutnya, kedua tim sudah saling mengenal gaya bermain sejak pertemuan di pramusim, sehingga tak ada kejutan berarti di lapangan.
Meski demikian, hasil seri itu tetap dianggap kegagalan oleh pendukung. Persebaya Surabaya kini dituntut menang atas Arema FC agar Perez bisa mempertahankan posisinya di kursi pelatih kepala.
Kemenangan jadi harga mati bagi Green Force, bukan hanya untuk tiga poin, tapi juga menyelamatkan wajah klub di hadapan ribuan Bonek.
Jika gagal, bukan tak mungkin manajemen mengambil langkah tegas dan mencari sosok baru di pinggir lapangan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
