Mikael Tata siap gantikan peran krusial Dejan Tumbas di fullback kiri Persebaya Surabaya jelang lawan PSBS Biak. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bakal kembali menjalani laga penting di pekan ke-10 Super League musim 2025/2026. Green Force akan menantang PSBS Biak di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (23/10/2025), tanpa kehadiran sang andalan di sisi kiri pertahanan, Dejan Tumbas.
Absennya pemain asal Serbia itu bukan karena cedera, melainkan sanksi tambahan dari Komdis PSSI. Dejan dijatuhi hukuman larangan bermain dua laga setelah kartu merah langsung yang diterimanya saat menghadapi Dewa United.
Komdis PSSI menyebut Tumbas melakukan pelanggaran serius karena bertindak kasar terhadap pemain lawan. Akibat insiden itu, ia tak hanya dikartu merah, tetapi juga harus membayar denda Rp 10 juta serta absen tiga laga beruntun.
Sanksi itu membuat Eduardo Perez harus kembali memutar otak untuk mengisi posisi bek kiri. Dalam laga sebelumnya melawan Persija Jakarta, pelatih asal Spanyol itu mempercayakan posisi tersebut kepada Mikel Tata.
Keputusan Perez menurunkan Tata cukup menarik perhatian. Pemain muda berusia 21 tahun itu langsung dipasang di posisi krusial untuk menjaga sisi kiri pertahanan Persebaya Surabaya yang selama ini dikuasai Tumbas.
Dari sisi pengalaman, Tumbas jelas lebih matang dengan usia 26 tahun dan jam terbang yang lebih tinggi. Namun, Tata punya kelebihan pada kecepatan, mobilitas, serta kemauan untuk terus belajar di bawah asuhan Perez.
Jika melihat data statistik musim ini, keduanya sama-sama telah bermain enam kali untuk Persebaya Surabaya. Bedanya, Tumbas mencatat total 479 menit bermain, sedangkan Tata baru mengoleksi 258 menit.
Grafis Statistik Mikael Tata dan Dejan Tumbas.
Secara rating, keduanya tidak terpaut jauh. Dejan Tumbas memiliki rata-rata 6,58, sementara Tata mencatatkan 6,52 — angka yang cukup solid untuk pemain muda yang baru dipercaya di tim utama.
Dari sisi kontribusi permainan, keduanya memiliki gaya berbeda. Tumbas lebih mengandalkan kekuatan fisik dan duel udara, sedangkan Tata cenderung mengutamakan akselerasi dan kemampuan menyerang dari bawah.
Tumbas memiliki rata-rata 1,2 umpan panjang per laga dengan akurasi 50 persen, sedangkan Tata mencatatkan 0,8 dengan akurasi 42 persen.
Statistik ini memperlihatkan keunggulan Tumbas dalam distribusi bola jarak jauh dan build-up dari belakang.
Namun Tata punya kelebihan dalam keberanian melakukan dribel.
Meski hanya mencatat 0,3 dribel sukses per laga, akurasi keberhasilannya mencapai 67 persen, tidak jauh tertinggal dari Tumbas yang mencatat 0,7 dengan tingkat keberhasilan 80 persen.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
