Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 September 2025 | 15.28 WIB

3 Fakta Unik Persebaya Surabaya Paksa Curi Poin di Kandang Dewa United! Jan Olde Riekerink Tak Bisa Tidur Nyaman

Pelatih Jan Olde Riekerink tak bisa tidur nyaman usai dipaksa Persebaya Surabaya bermain imbang, Jumat (26/9). (Media Dewa United) - Image

Pelatih Jan Olde Riekerink tak bisa tidur nyaman usai dipaksa Persebaya Surabaya bermain imbang, Jumat (26/9). (Media Dewa United)

JawaPos.com—Persebaya Surabaya kembali menunjukkan mental baja saat melakoni laga tandang melawan Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Jumat (26/9) malam.

Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-38, Green Force sukses menahan imbang tuan rumah dengan skor dramatis 1-1 berkat eksekusi penalti Bruno Moreira di penghujung pertandingan.

Hasil ini membuat pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, tidak bisa bernapas lega karena kemenangan yang sudah di depan mata lenyap begitu saja. Pertandingan pekan ke-7 Super League 2025/2026 itu pun menjadi bukti betapa kerasnya perjuangan Persebaya Surabaya di tengah tekanan lawan.

Dalam laga tersebut, Dewa United lebih dulu unggul setelah menguasai permainan sejak babak pertama. Serangan demi serangan mampu menciptakan banyak peluang, hingga akhirnya satu gol berhasil bersarang di gawang Persebaya Surabaya.

Namun, meski berada dalam kondisi tertinggal dan kekurangan jumlah pemain, Persebaya Surabaya justru bermain lebih disiplin. Mereka menunggu celah dari lawan dan akhirnya mendapat hadiah penalti di detik-detik terakhir pertandingan.

Penalti itu dieksekusi dengan tenang oleh Bruno Moreira yang tampil sebagai penyelamat tim. Gol tersebut memastikan Persebaya Surabaya membawa pulang satu poin penting dari markas Banten Warriors.

Hasil imbang ini terasa lebih istimewa bagi Persebaya Surabaya karena datang dengan cara yang dramatis. Di sisi lain, Dewa United terpaksa merelakan kemenangan kandang mereka buyar di ujung laga.

Dari pertandingan sengit ini, ada tiga fakta menarik yang membuat duel antara Dewa United dan Persebaya Surabaya semakin unik. Fakta-fakta tersebut menjadi catatan penting yang tidak bisa diabaikan dalam perjalanan kedua tim di Super League.

Fakta pertama adalah keberhasilan Dewa United menjaga tren positif meski gagal menang. Klub berjuluk Tangsel Warriors itu kini mencatat tiga pertandingan beruntun tanpa kekalahan.

Dari tiga laga terakhir, Dewa United sukses meraih dua kemenangan dan sekali imbang melawan Persebaya Surabaya. Catatan ini tentu bisa menjadi modal berharga bagi tim asuhan Riekerink untuk menghadapi laga berikutnya.

Namun, di balik tren apik tersebut, Dewa United menyimpan kelemahan besar yang masih sulit ditutupi. Mereka tak sekalipun mampu menjaga gawangnya tetap steril dari kebobolan sepanjang tujuh pertandingan musim ini.

Padahal, sebelum musim dimulai, Dewa United mengumumkan kedatangan Nick Kuipers dan Edo Febriansah. Dua pemain tersebut diprediksi bakal memperkuat lini pertahanan agar tim sulit ditembus lawan. Kondisi tersebut jelas membuat Riekerink pusing mencari solusi agar lini belakang lebih solid.

Fakta ketiga datang dari kubu Persebaya Surabaya yang kembali bermasalah dengan kartu merah. Dejan Tumbas harus mandi lebih cepat usai diusir wasit pada menit ke-38 akibat pelanggaran keras.

Kartu merah ini bukan yang pertama bagi Persebaya Surabaya pada musim 2025/2026. Sebelumnya, Francisco Rivera juga menerima hukuman serupa saat Green Force bersua Persib Bandung.

Kondisi ini menunjukkan Persebaya Surabaya masih kesulitan menjaga disiplin pemain dalam laga krusial. Meski begitu, semangat juang mereka tetap menjadi faktor penting untuk bisa mencuri poin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore