
Mees Hilgers. (Instagram @meeshilgerss)
JawaPos.com - Nama Mees Hilgers kembali jadi sorotan setelah muncul kabar bahwa pemain timnas Indonesia itu tidak akan dimainkan sebelum ia memperpanjang kontraknya.
Situasi ini bahkan disebut-sebut sebagai bentuk perundungan (bullying) yang dilakukan klub kepada sang pemain.
Isu ini mencuat setelah Louis Everard, Direktur VVCS (Asosiasi Pemain Kontrak Belanda), buka suara. Ia menilai kebijakan FC Twente terhadap Hilgers tidak sesuai dengan iklim kerja sehat.
Everard menyebut, Hilgers sama sekali tidak mendapatkan kesempatan tampil sampai menandatangani perpanjangan kontrak bersama klub asal Enschede itu.
“Sepertinya klub menyalahgunakan kekuasaan. Faktanya, ia tidak pernah bermain sampai kontraknya diperpanjang. Ini sebenarnya sejenis perundungan (bullying). Situasi seperti ini tidak sesuai dengan lingkungan kerja yang baik,” ujar Everard, dikutip dari Voetbal Primeur dan Voetbal International.
Hilgers, yang memiliki keturunan Indonesia dari ibunya yang berasal dari Manado, dikenal sebagai salah satu bek muda potensial di Eredivisie.
Kariernya bersama FC Twente sebenarnya cukup menjanjikan, tetapi situasi kontrak membuatnya berada dalam posisi sulit.
Ia disebut tidak akan diturunkan dalam pertandingan resmi karena belum menyetujui perpanjangan kontrak yang ditawarkan klub.
Kondisi ini memicu kritik dari berbagai pihak. Menurut Everard, tindakan semacam itu bukan hanya tidak adil, tetapi juga menekan mental pemain.
Dalam konteks sepak bola modern, klub seharusnya mengedepankan profesionalisme dan memberikan kesempatan bermain berdasarkan kualitas, bukan sekadar status kontrak.
Hingga kini, FC Twente belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.
Namun, praktik menahan menit bermain pemain demi memaksa mereka memperpanjang kontrak bukanlah hal baru di dunia sepak bola.
Beberapa klub di Eropa diketahui menerapkan strategi serupa untuk menjaga aset mereka agar tidak pergi secara gratis.
Bagi Hilgers, kondisi ini jelas dilematis. Di satu sisi, ia ingin mendapatkan menit bermain untuk mengembangkan karier, apalagi situasi ini akan mempengaruhi nasibnya bersama Timnas Indonesia.
Di sisi lain, tanpa tanda tangan di kontrak baru, kesempatannya tampil bersama FC Twente otomatis sudah tertutup.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
