Reva Adi Utama saat berduel dengan Saddil Ramdani (dok. PSIM)
JawaPos.com - Kericuhan suporter kembali terjadi usai pertandingan Super League 2025/2026. Kali ini, bentrokan diduga melibatkan oknum suporter Persib Bandung dan PSIM Yogyakarta pada Minggu (24/8) malam, tepat setelah duel laga tersebut digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jogjakarta.
Berdasarkan berbagai potongan video amatir dan foto yang beredar di media sosial, bentrokan antarsuporter terjadi di luar Stadion Sultan Agung, Bantul. Mereka terlibat kejar-mengejar dan tawuran di kawasan Malioboro, jantung Kota Jogjakarta.
Kabarnya, insiden ini berawal dari sebuah bus yang membawa rombongan suporter Persib Bandung yang menabrak salah satu suporter PSIM. Penggemar tuan rumah pun coba mengepung bus fans tim tamu.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun kedua tim, baik Persib Bandung maupun PSIM. Namun, aparat keamanan langsung bergerak cepat untuk mengamankan kericuhan. Beberapa oknum suporter telah diamankan.
Kericuhan ini jelas menodai pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung yang sebenarnya cukup seru di lapangan. Banyak drama tersaji dalam duel yang berujung hasil imbang 1-1 tersebut.
Tuan rumah PSIM mampu unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-63. Titik putih didapat setelah ada pelanggaran yang dilakukan bek Julio Cesar terhadap striker asing Nermin Haljeta di kotak terlarang.
Persib sempat hampir menyamakan kedudukan tujuh menit kemudian. Ini setelah tim tamu mendapat penalti usai pelanggaran di area 16 meter. Namun, Uilliam Barros gagal mengonversinya menjadi gol setelah tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang.
Persib Bandung berhasil menyamakan kedudukan jelang laga berakhir, lewat gol yang dicetak pada menit ke-90+4 oleh Patricio Matricardi.
Drama semakin panas sekitar lima menit kemudian. Persib kembali mendapat penalti setelah Frans Putros dijatuhkan di kotak penalti oleh Reva Adi Utama. Namun, kiper muda Cahya Supriadi tampil heroik dengan menepis eksekusi penalti Kapten Persib, Marc Klok. Skor pun tetap 1-1.
Selain mencoreng laga, kericuhan suporter ini terasa kian mengkhawatirkan karena terjadi di tengah adanya regulasi larangan suporter tim tamu. Aturan tersebut sudah berlaku dalam tiga musim terakhir dan belum dicabut oleh I.League berdasarkan rekomendasi PSSI.
Dengan demikian, kericuhan suporter di Yogyakarta secara tak langsung dapat memvalidasi mengapa I.League dan PSSI belum mencabut regulasi larangan suporter tim tamu dalam kompetisi Super League 2025/2026.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
