Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 19.41 WIB

Pelatih Muda Agam Haris Percaya Komitmen PSSI Bangun Kompetensi Pelatih Lokal: Jangan Berhenti Belajar Jika Ingin Tetap Melatih!

MAKSIMALKAN KEBUGARAN: Agam Haris, pelatih Indonesia pertama di Liga Arab Saudi berbagi tips menjaga kebugaran optimal selama berpuasa di Bulan Ramadhan. (Agam Haris untuk JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Agam Haris menaruh harapan besar pada gelaran PSSI National Coaching Conference 2025 sebagai bukti keseriusan PSSI dalam membangun kompetensi pelatih lokal. Ia menilai konferensi tersebut menjadi ajang penting bagi para pelatih Indonesia untuk terus memperbarui ilmu dan mengikuti perkembangan dunia kepelatihan modern.

“Acara PSSI National Coaching Conference 2025 merupakan wadah untuk merefresh dan meng-update ilmu kepelatihan bagi pelatih Indonesia dari berbagai latar belakang lisensi, mulai dari lisensi D, C, B, A hingga A Pro,” ujar Agam Haris kepada JawaPos.com, Sabtu 26 Juli 2025.

“Pemateri yang dihadirkan juga luar biasa, langsung dari FIFA, AFC, pelatih timnas senior, timnas putri, timnas U-17, hingga pelatih klub juara Liga 1 Persib dan runner-up Dewa United.”

Menurut Agam, konferensi ini menjadi pengingat seorang pelatih tidak boleh merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.

“Ketika seorang pelatih berhenti belajar, maka dia juga harus berhenti melatih,” tegas pria 32 tahun asal Lamongan, Jawa Timur tersebut.

Agam Haris memang dikenal sebagai pelatih muda yang punya komitmen tinggi dalam pengembangan diri.

Cedera lutut yang dideritanya pada 2012 memaksa dia mengubur mimpi sebagai pemain sepak bola profesional, namun justru membuka jalan karier barunya di dunia kepelatihan.

Lulusan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unesa Surabaya ini mengawali perjalanan lisensi dengan mengambil kursus lisensi D nasional pada 2014.

Ia terus menanjak hingga memperoleh lisensi C AFC (2018), B Diploma PSSI (2020), dan akhirnya A Diploma setara AFC pada 2022.

Selepas menyelesaikan lisensi A, ia mendapatkan kesempatan emas dari pelatih senior Eduard Ivakdalam untuk menjadi asisten pelatih di Persewar Waropen.

Dua musim ia jalani bersama klub tersebut sebelum akhirnya menerima tawaran melatih di Arab Saudi.

“Alhamdulillah, manajemen Persewar memberikan izin bagi saya untuk melanjutkan karier ke luar negeri,” kata Agam. Ia pun mencetak sejarah sebagai pelatih Indonesia pertama yang tampil di Liga Arab Saudi.

Di Arab Saudi, Agam Haris menjadi asisten pelatih di klub Al Wehda sekaligus pelatih kepala untuk kelompok usia 16-18 tahun di Jedda Pro Football Academy.

Tak butuh waktu lama, ia mendapatkan promosi sebagai technical director dan merangkap asisten pelatih tim wanita Al Wehda.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore