
Gali Freitas siap bawa Persebaya Surabaya berjaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Gali Freitas tidak datang untuk berlibur. Pemain muda asal Timor Leste itu siap mencurahkan seluruh jiwa dan raga demi Persebaya Surabaya di laga pra musim melawan Football West All Star di Australia, pada 8 Juli.
Meski hanya laga uji coba, Gali tak memandang sebelah mata pertandingan tersebut. Baginya, setiap kali mengenakan seragam Persebaya Surabaya, harga diri dan mentalitas petarung harus tetap menyala.
“Kalau dari saya, mentalitas sih. Kalau soal adaptasi, saya sudah dua tahun di sini,” ujar Gali.
Ucapan itu bukan sekadar retorika. Pemain berusia 23 tahun itu tahu betul betapa besarnya ekspektasi Bonek dan manajemen terhadap performanya musim ini.
Sudah bukan waktu untuk bersantai atau sekadar bertahan hidup di skuad Green Force. Kini waktunya Gali menunjukkan kelasnya sebagai pemain asing yang layak diperhitungkan.
Meski sudah cukup lama merumput di tanah air, Gali mengakui atmosfer di Surabaya sangat berbeda. Ada gairah besar yang menyala setiap hari, baik di dalam tim maupun dari para suporter.
“Mentalitas sih, kadang atmosfernya juga beda. Jadi aku harus siapkan mentalitas,” sambung dia sambil menyeka keringat di pelipis.
Gali sadar, Persebaya Surabaya bukan sekadar klub biasa. Di pundaknya kini turut tertumpu harapan ribuan pasang mata yang tak pernah lelah meneriakkan yel-yel Green Force.
Bagi Gali, tur pramusim ke Australia bukan sekadar agenda pemanasan. Tapi momen untuk membangun kekompakan dan karakter tim menjelang Liga 1 Indonesia 2025/2026 yang dimulai 1 Agustus nanti.
“Target kita pasti ada dari tim dan manajemen. Kita akan berusaha capai sesuai dengan target itu,” ujar Gali penuh keyakinan.
Rencananya, Persebaya Surabaya menjalani training camp selama tiga hari di Negeri Kanguru, mulai 8 hingga 10 Juli. TC itu akan ditutup dengan laga melawan Football West All Star, tim yang dihuni gabungan pemain terbaik dari kompetisi regional di Australia Barat.
Laga itu akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kesiapan skuad asuhan pelatih kepala Eduardo Perez. Setelah beberapa hari meracik tim, kini saatnya melihat bagaimana karakter Persebaya Surabaya terbentuk di bawah tekanan lawan dari luar negeri.
Bagi Gali, tekanan adalah sahabat terbaik. Sejak kecil, dia tumbuh di lingkungan kompetitif yang menuntut kerja keras dan semangat pantang menyerah.
Dia mengaku senang bisa menjadi bagian dari tim sebesar Persebaya Surabaya. Menurutnya, atmosfer yang diciptakan Bonek dan intensitas latihan tim membuatnya semakin terpacu berkembang.
Gali juga tak menampik dirinya memasang target pribadi musim ini. Namun dia memilih fokus pada tujuan kolektif tim agar bisa membawa Persebaya Surabaya tampil konsisten dan kompetitif.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
