
Persebaya. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com-Kehadiran pemain asing dalam sepak bola Indonesia telah menjadi bagian penting dari dinamika kompetisi Liga 1. Persebaya Surabaya, salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air, juga aktif dalam memanfaatkan kuota pemain asing.
Musim 2024/2025 menjadi tahun di mana Persebaya menaruh harapan besar pada delapan legiun impor mereka. Namun, bagaimana kontribusi para pemain asing ini jika dibandingkan dengan para pemain lokal yang sudah menjadi tulang punggung tim?
Komposisi Tim: Delapan Asing dan Lokal Berkualitas
Persebaya memasuki musim 2024/2025 dengan total enam pemain asing yang seluruhnya memiliki pengalaman internasional atau pernah berlaga di liga luar negeri. Nama-nama seperti Francisco Rivera (Meksiko), Flavio Silva (Portugal), Mohamed Rashid (Palestina), Bruno Moreira (Brasil), Gilson Costa (Portugal), dan Slavko Damjanovic (Montenegro) dipercaya untuk mengangkat performa tim secara menyeluruh.
Memasuki paruh kedua musim, Persebaya kembali mendatangkan dua pemain tambahan, yaitu Dejan Tumbas (Serbia) dan Dime Dimov (Makedonia Utara).
Sementara itu, pemain lokal seperti Ernando Ari (kiper utama Timnas U-23), Kasim Botan (winger), Andre Oktaviansyah (gelandang muda), dan Malik Risaldi (gelandang), menjadi bagian dari komposisi inti yang mempertahankan nilai lokal dan filosofi klub.
Statistik Pemain Asing: Kontribusi Signifikan
Melihat statistik, pemain asing Persebaya menunjukkan kontribusi nyata dalam membangun permainan dan mencetak gol.
Selain kontribusi menyerang, nama seperti Slavko Damjanovic di lini belakang dan Mohamed Rashid di lini tengah juga menambah kekuatan struktur pertahanan dan transisi. Rashid, misalnya, mencatat rata-rata 3,2 tekel sukses per pertandingan dan menjadi jangkar penting dalam duel-duel udara serta perebutan bola.
Performa Pemain Lokal: Stabil Tapi Masih Kurang Tajam
Meskipun tidak banyak mencuri perhatian secara statistik, pemain lokal Persebaya tetap menunjukkan kontribusi penting. Ernando Ari, misalnya, adalah salah satu kiper terbaik Indonesia saat ini dengan 8 clean sheet dari 24 pertandingan.Dia juga menorehkan 3 penyelamatan penalti musim ini.
Baca Juga: Statistik Elkan Baggott Musim 2024/25: Performa Solid di Blackpool dan Kembali ke Ipswich Town
Namun di lini tengah dan depan, kontribusi pemain lokal tampak lebih terbatas. Misalnya, Andre Oktaviansyah dan Kasim Botan lebih banyak berperan sebagai pendukung atau pengatur ritme, bukan sebagai pencetak angka.
Dari sisi gol dan assist, hanya satu atau dua pemain lokal yang berkontribusi langsung pada lebih dari 3 gol selama setengah musim pertama, jauh di bawah kontribusi pemain asing seperti Flavio atau Rivera. Ini menunjukkan bahwa produktivitas pemain asing masih menjadi penentu utama hasil akhir pertandingan bagi Persebaya.
Analisis: Sinergi atau Ketergantungan?

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
