
Skuad Persebaya Surabaya tengah dihadapkan datangnya pelatih baru musim depan. (Media Persebaya)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya dilaporkan tengah bersiap menggaet pelatih dengan rekam jejak mentereng, Pep Munoz. Dia sukses menorehkan prestasi hingga membuat dua rival klasiknya, Persib Bandung dan Arema FC, mulai cemas.
Meski kursi pelatih masih diisi Paul Munster, desas-desus kepergiannya ke Bhayangkara FC membuat manajemen Persebaya Surabaya tak tinggal diam. Satu nama asing yang mengejutkan mulai muncul ke permukaan, yakni Jose Pep Munoz Zoyo, arsitek asal Spanyol yang kini menangani klub raksasa Kamboja, Svay Rieng.
Berbekal enam trofi dari dua benua, Pep Munoz tak sekadar membawa CV kosong. Dia membawa gengsi, pengalaman Eropa, dan DNA juara yang langsung menempatkannya di level berbeda dari pelatih-pelatih Liga 1 saat ini.
Tiga gelar saat menjadi asisten FC Barcelona U19 sudah cukup menunjukkan kualitasnya dalam mendidik pemain muda. Apalagi, ia turut berjasa membawa Blaugrana muda merajai Liga Spanyol U19 dan Liga Europa Junior di masa keemasan akademi La Masia.
Tak berhenti di sana, kiprah Munoz makin matang saat hijrah ke Asia. Di Kamboja, dia menyulap Svay Rieng menjadi kekuatan dominan dengan menggondol tiga gelar lokal dalam dua musim terakhir.
Catatan statistiknya juga mengesankan, 75 laga, 56 kemenangan, 206 gol, dan rata-rata 2,33 poin per pertandingan. Sebuah angka yang sulit disaingi bahkan oleh pelatih kepala klub-klub besar di Indonesia.
Dibandingkan dengan pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, Pep Munoz jelas melangkah dua level lebih tinggi. Bojan hanya punya pengalaman singkat di Kamboja bersama Phnom Penh dan memoles Timnas U-19 Malaysia yang prestasinya tak terlalu mencolok.
Sementara pelatih Arema FC Ze Gomes memang sempat mencuri perhatian di Portugal bersama Academico Viseu. Tapi rekam jejaknya tak semegah Munoz yang pernah berseragam pelatih untuk FC Barcelona, Shandong Taishan, dan bahkan Timnas Tiongkok.
Munoz bukan sekadar pelatih yang datang dengan strategi 4-3-3 menyerang ala tiki-taka. Dia datang membawa lisensi Pro UEFA, jaringan global, dan kemampuan mengangkat tim yang semula biasa saja menjadi luar biasa.
Yang lebih mencengangkan, usianya masih 45 tahun dan sedang berada di puncak kedewasaan taktik dan visi sepak bola modern. Tak heran jika kabar pendekatannya ke Persebaya Surabaya langsung membuat panas suasana kompetisi Liga 1.
Persib dan Arema jelas tak bisa memandang remeh pergerakan senyap manajemen Green Force ini. Jika Pep Munoz resmi menukangi Persebaya Surabaya musim depan, maka peta kekuatan Liga 1 akan berubah drastis.
Namun rumor ini sempat dipatahkan akun resmi Persebaya Surabaya. Bantahan itu justru menambah misteri, mengingat nama Teco juga sempat dikaitkan sebelumnya dan langsung dibantah pula.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya memainkan strategi transfernya di luar lapangan. Godaan terhadap Pep Munoz bisa jadi manuver paling menggemparkan sepanjang bursa pelatih musim ini.
Jika benar terealisasi, langkah Persebaya Surabaya ini bisa menyamai atau bahkan melampaui kejutan-kejutan seperti saat Persija menggaet Thomas Doll atau saat Bali United menggandeng Stefano Cugurra.
Pep Munoz memang bukan pelatih selebritas, tapi portofolionya jelas membuat nyali mengecil. Dia lebih dari cukup untuk menyalakan lagi nyala semangat Bonek yang sempat redup musim ini.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
