Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 19.12 WIB

Transformasi Persebaya di Tangan Paul Munster: Dari Kontroversi ke Konsistensi

Pelatih Persebaya, Paul Munster bersitegang dengan Asisten Pelatih Semen Padang FX Yanuar dan berujung kartu merah untuk keduanya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (11/5). Persebaya imbang Semen Padang dengan skor 1-1.RIANA SETIAWA

 

JawaPos.com - Sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya pada Januari 2024, Paul Christopher Munster membawa angin segar bagi skuad Green Force. Pelatih berkebangsaan Irlandia Utara ini sukses mengangkat performa tim yang sempat terseok-seok di awal musim, dan kini kembali menjadi penantang serius di papan atas Liga 1 2024/2025.

Pelatih Bertangan Dingin dengan Pengalaman Internasional

Paul Munster bukan nama asing dalam dunia kepelatihan sepak bola Asia Tenggara. Sebelum bergabung dengan Persebaya, ia sempat menukangi Bhayangkara FC di Liga 1 serta menjadi Direktur Teknik dan pelatih tim nasional Vanuatu. Ia mengantongi lisensi UEFA Pro, lisensi tertinggi dalam dunia kepelatihan, dan dikenal memiliki pendekatan taktis yang modern.

Kehadirannya di Persebaya menandai babak baru bagi tim asal Kota Pahlawan ini. Manajemen menjadikannya sebagai proyek jangka panjang untuk membangun tim yang solid dan berkarakter.

Gaya Bermain Menyerang dan Transformasi Tim

Di bawah Munster, Persebaya mengadopsi formasi menyerang 4-3-3 yang menekankan pada penguasaan bola, pressing tinggi, dan transisi cepat. Hasilnya terlihat jelas. Hingga pekan ke-29 Liga 1, Persebaya berhasil mengumpulkan 48 poin dari 29 pertandingan, mencatatkan 13 kemenangan, 9 hasil imbang, dan hanya 7 kekalahan.

Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi saat Persebaya menundukkan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie dengan skor 1-0. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi juga catatan historis karena merupakan kemenangan tandang pertama Persebaya atas PSM di Parepare sejak 1993.

Di Balik Kontroversi, Muncul Konsistensi

Meski prestasinya cukup gemilang, perjalanan Munster bersama Persebaya tidak lepas dari kontroversi. Salah satunya saat ia secara terbuka mengkritik kondisi lapangan Stadion Gelora BJ Habibie sebelum laga tandang melawan PSM Makassar. Ia menyebut kondisi stadion tidak layak dan bisa membahayakan pemain. Meski sempat menuai pro dan kontra, pernyataannya dianggap mencerminkan keberaniannya dalam memperjuangkan standar profesionalisme sepak bola Indonesia.

Namun, terlepas dari kontroversi, Munster menunjukkan konsistensinya dalam membangun tim. Ia dikenal sangat memperhatikan detail teknis dan fisik pemain. Dalam beberapa pertandingan terakhir, permainan Persebaya terlihat lebih stabil, dengan organisasi pertahanan yang rapi dan lini serang yang tajam.

Apresiasi dan Harapan

Atas kontribusinya, Munster dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 pekan ke-26 oleh operator liga. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pendekatan dan strategi Munster mendapat pengakuan, tidak hanya dari publik Persebaya, tetapi juga dari pengamat sepak bola nasional.

Munster juga menegaskan komitmennya membawa Persebaya kembali ke jalur juara. Ia menyebut bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi permainan tim hingga akhir musim dan memastikan Persebaya menembus posisi terbaik di klasemen.

"Target kami masih hidup. Kami akan berjuang di setiap pertandingan. Tim ini layak mendapat tempat di puncak klasemen," ujar Munster dalam konferensi pers usai laga melawan Persik Kediri, April lalu.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore