
Pemain Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dilepas klubnya, KAS Eupen (Dok. KAS Eupen)
JawaPos.com - Masa depan bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, sedang menjadi perbincangan hangat menjelang bursa transfer musim depan.
Setelah resmi berpisah dengan klub Belgia KAS Eupen, pemain berusia 26 tahun ini menjadi incaran sejumlah klub, baik dari Indonesia maupun luar negeri.
Putus Kontrak dengan KAS Eupen, Pattynama Resmi Berstatus Bebas Transfer
Kepastian ini diumumkan langsung oleh pihak KAS Eupen melalui akun resmi Instagram klub pada Kamis (8/5/2025). Dalam pernyataan tersebut, kedua belah pihak menyepakati penghentian kontrak secara bersama.
“KAS Eupen dan Shayne Pattynama telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama. Pemain asal Indonesia itu akan meninggalkan klub usai musim 2024/2025,” tulis pernyataan tersebut.
Dengan demikian, Shayne kini berstatus tanpa klub dan bisa direkrut tanpa biaya transfer, sebuah peluang emas bagi tim-tim yang ingin memperkuat lini belakangnya.
PSIM Yogyakarta Disebut Paling Incar Shayne
Sinyal kuat mengarah ke tim promosi Liga 1 PSIM Yogyakarta sebagai calon klub yang mengincar tanda tangan Shayne.
Klub asal Bumi Mataram ini mulai dikaitkan dengan transfer pemain keturunan Belanda tersebut setelah manajer PSIM, Dyaradzi Aufa Taruna, diketahui telah mengikuti akun Instagram pribadi Shayne Pattynama.
Meskipun terlihat sederhana, langkah ini kerap menjadi indikator awal adanya komunikasi informal antara klub dan pemain.
Hubungan sebelumnya memang tidak pernah terjalin, namun kondisi saat ini membuka peluang kerja sama.
Apalagi PSIM Yogyakarta sedang dalam proses membangun skuad yang lebih kompetitif, termasuk mengejar pemain berpengalaman dan berlabel timnas seperti Shayne.
Bhayangkara FC dan Buriram United Mengintai
Meskipun PSIM terlihat paling awal menunjukkan ketertarikan, mereka bukan satu-satunya tim yang berminat. Menurut akun sepak bola lokal @liga_dagelann, klub Bhayangkara FC dari Indonesia dan Buriram United dari Thailand juga turut memantau perkembangan Pattynama.
Buriram bahkan memiliki keunggulan tersendiri, karena liga Thailand saat ini tidak membatasi kuota pemain ASEAN. Membuat transfer semacam ini lebih fleksibel.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
