
Suasana penuh harmoni antara The Jakmania dan Bonek pada pertandingan Persija Vs Persebaya Liga 1 2024/2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Pro dan kontra masih menyelimuti polemik larangan suporter tim tamu menghadiri laga away jelang Liga 1 Indonesia 2025/2026. PSSI pun punya syarat apabila larangan itu dapat dicabut sepenuhnya.
Kompetisi Liga 1 musim ini tinggal menyisakan beberapa laga ke depan. Selain mencari siapa yang bakal keluar sebagai kampiun hingga klub mana bakal terdegradasi, isu larangan suporter away ternyata menyita perhatian khalayak.
Sekjen PSSI, Yunus Nusi, tak menutup mata atas banyaknya permintaan suporter untuk mencabut larangan suporter away musim depan. Akan tetapi, pihaknya meminta satu hal kepada para pendukung sebelum melakukannya.
PSSI akan mencabut larangan itu apabila ada komitmen bersama dari para pendukung. "Karena kalau tidak ada jaminan, PSSI juga belum mungkin akan memutuskan setuju atau tidak. Kenapa? Karena, maaf, Ketua Umum dan Sekjen PSSI yang akan diperiksa apabila ada apa-apa. Kasus Kanjuruhan itu menjadi pelajaran berharga bagi kami, termasuk saya pribadi karena saya hampir terlibat secara hukum di dalamnya," ungkap Yunus Nusi.
"Belum ada yang bisa menjamin, bagaimana Persija dengan Persib main. Bagaimana Persebaya dan Arema sama-sama bisa main. Apakah kedua suporter ini bisa kita gabung bersama-sama? Tidak ada yang menjamin," lanjutnya.
"Maka, saya selaku Sekjen juga tidak akan setuju kalau tidak ada jaminan ini. Karena konsekuensi hukumnya ada pada Sekjen dan Direktur LIB," tambah Yunus Nusi.
Pernyataan ini sepertinya menjawab keraguan suporter di Tanah Air, meski mereka mendengar larangan suporter away akan dicabut PSSI dua tahun setelah Tragedi Kanjuruhan. Itu artinya larangan itu sebenarnya bisa berlaku musim depan.
Namun, karena belum ada jaminan, maka PSSI tak akan melakukannya dalam waktu dekat. Otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia itu masih berpikiran tak ada yang menjamin ketertiban umum sebelum adanya komitmen bersama dari para pendukung alias suporter.
Sementara para netizen menimpali pro dan kontra ini dengan komentar candaan. Mereka hanya berpikir jika pertandingan akan berjalan lebih menarik dengan adanya dua suporter dalam satu venue pertandingan.
“Gunanya pengamanan buat apa,” ujar @sam***
“Kalo ga dicabut kan ada denda, nah klo dicabut dpt tambahan dri mna,” timpal @dad***
“Kalo di cabut dapet duit dari mane pssi?” timpal @pra***
“To the point aja klo larngan away dicabut pssi pemasukan berkurang karna ga ada denda suporter kan,” lanjut @tom***
“LAH KOCAK, KOK JADI SUPORTER YANG JAMIN KEAMANAN? SUPORTER UDAH BAYAR, TERUS DIA DISURUH JAMIN KEAMANAN SENDIRI?” ungkap @the***
“Ga bakal itu dicabut, orang itu dapet cuan kok kalo away jadi ga bakalan di cabut,” kata @mau***

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
