Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 23.54 WIB

Madura United Pernah Bikin Persebaya Surabaya Hancur Lebur, Dosa Besar Josep Gombau yang Tak Terlupakan

Persebaya Surabaya saat digunduli Madura United di Derbi Suramadu. (Media Persebaya)

 

JawaPos.com — Derbi Suramadu tak pernah kehilangan tensi panasnya, dan laga di September 2023 jadi saksi kekalahan memalukan Persebaya Surabaya. Bermain di kandang Madura United, Stadion Gelora Bangkalan, Green Force digunduli 3 gol tanpa balas.

Kekalahan itu terasa menyesakkan karena menghentikan catatan apik Persebaya Surabaya yang belum terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir lawan Madura United.

Bahkan, performa solid mereka di era caretaker Uston Nawawi ikut terputus di laga tersebut.

Persebaya Surabaya sebenarnya datang dengan kepercayaan diri tinggi usai tren positif sebelumnya. Tapi semua buyar ketika peluit awal berbunyi dan Laskar Sape Kerrab langsung menekan.

Baru menit keempat, Green Force sudah dihukum penalti akibat pelanggaran Dusan Stevanovic di kotak terlarang. Tendangan penalti itu sukses dikonversi jadi gol oleh pemain Madura United dan mengubah arah pertandingan.

“Kita terlalu cepat terkena penalti dan itu merubah situasi pertandingan di babak pertama,” kata pelatih Persebaya  Surabaya saat itu, Josep Gombau, dalam konferensi pers seusai laga.

Ia menambahkan sebenarnya babak pertama berlangsung seimbang.

Namun, Madura United tampil jauh lebih baik di babak kedua dan Persebaya Surabaya tak mampu membalas. Dua gol tambahan dari tuan rumah membuat laga itu jadi salah satu kekalahan paling pahit dalam sejarah pertemuan mereka.

Gombau dianggap gagal membaca permainan dan merespons tekanan sejak awal. Banyak pihak menilai kekalahan telak itu adalah 'dosa besar' sang pelatih asal Spanyol.

Kritik datang bertubi-tubi, terutama dari Bonek yang kecewa berat dengan strategi yang tak berjalan. Gombau akhirnya kehilangan kepercayaan publik setelah kekalahan itu.

Full back kiri Persebaya Surabaya kala itu, Reva Adi Utama, juga mengakui gol cepat Madura United merusak ritme permainan timnya. Ia menyebut aliran bola jadi tak lancar dan lini tengah kehilangan kontrol.

“Kami terlalu cepat mendapat hukuman penalti dan itu merubah permainan di lapangan,” ujar Reva seusai laga. Ia menegaskan tim akan belajar dari kekalahan ini sebagai bahan evaluasi.

Akibat kekalahan tersebut, Persebaya Surabaya yang saat itu sedang mencoba merangkak naik malah tertahan di papan tengah. Mereka harus puas di posisi ke-8 dengan hanya 18 poin.

Kini, dua tahun berselang, memori kekalahan 0-3 itu kembali menghantui menjelang duel seru pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2024/2025.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore