Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 23.04 WIB

Kisah Epik Persebaya Surabaya Patahkan Kutukan 10 Tahun di Stadion Utama Gelora Bung Karno Usai Tumbangkan Persija Jakarta

Persebaya Surabaya berharap bisa mengulang memori indah pada Desember 2019 di SUGBK. (Media Persija) - Image

Persebaya Surabaya berharap bisa mengulang memori indah pada Desember 2019 di SUGBK. (Media Persija)

JawaPos.com — Enam tahun silam, Persebaya Surabaya mencatatkan sejarah manis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta pada Desember 2019 mengakhiri kutukan 10 tahun tanpa kemenangan di markas Macan Kemayoran.

Pelatih Persebaya Surabaya kala itu, Aji Santoso, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Alhamdulillah kami bisa menang di sini setelah 10 tahun berlalu,” ujarnya usai laga.

Pertandingan berlangsung sengit dengan kedua tim saling jual-beli serangan. Persebaya Surabaya mampu mengimbangi permainan Persija sejak menit awal.

Aji Santoso sudah memprediksi anak asuhnya bisa tampil seimbang. “Saya yakin dengan tim,” kata pelatih asal Malang tersebut.

Kemenangan itu membawa Persebaya Surabaya naik ke peringkat ketiga klasemen Liga 1 Indonesia 2019. Mereka mengoleksi 51 poin dari 33 pertandingan. Persebaya Surabaya tak mau berpuas diri dengan kemenangan tersebut. Aji menargetkan kemenangan atas Badak Lampung di laga pamungkas.

Skuad Green Force membidik posisi runner-up Liga 1 Indonesia 2019. Mereka berharap Persipura tergelincir saat melawan Borneo FC.

“Kami mau menutup liga dengan akhir yang bahagia. Paling tidak kami mengincar posisi ketiga klasemen, syukur-syukur dapat peringkat kedua,” tegas Aji.

Posisi ketiga menjadi target realistis, dengan harapan meraih peringkat kedua. Memori manis itu kini menjadi penyemangat Persebaya Surabaya jelang laga penting. Mereka akan kembali bertandang ke SUGBK pada Sabtu (12/4/2025).

Laga pekan ke-28 Liga 1 Indonesia 2024/2025 ini diprediksi tak kalah seru. Persebaya Surabaya dan Persija selalu menghadirkan duel bersejarah yang dinanti penggemar. Namun, Persebaya Surabaya harus kehilangan tiga pemain kunci karena akumulasi kartu kuning. Arief Catur Pamungkas, Dejan Tumbas, dan Francisco Rivera absen pada laga ini.

Persija juga tak luput dari masalah serupa. Gustavo Almeida dan Muhammad Ferarri absen karena sanksi kartu merah. Kondisi ini membuat kedua tim harus memutar otak menyusun strategi. Paul Munster akan mengandalkan pemain pelapis untuk mengisi kekosongan.

Persebaya Surabaya datang dengan modal kepercayaan diri dari kemenangan bersejarah 2019. Mereka bertekad mengulang sukses di kandang Persija. Persija, di sisi lain, tak ingin malu di hadapan pendukung sendiri. Macan Kemayoran akan tampil habis-habisan demi meraih poin penuh.

Duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin di klasemen. Rivalitas panjang kedua tim menambah gengsi pada laga tersebut. Penggemar sepak bola Indonesia sudah tak sabar menantikan pertandingan ini. Stadion Gelora Bung Karno dipastikan dipenuhi atmosfer panas dari suporter.

Persebaya Surabaya akan mengandalkan kerja sama tim untuk menembus pertahanan Persija. Strategi cepat dan efektif menjadi kunci kemenangan mereka.

Persija dikenal dengan serangan balik mematikan di kandang sendiri. Persebaya Surabaya harus waspada agar tak kecolongan gol cepat. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda kedua tim. Absennya beberapa pemain inti membuka peluang bagi mereka untuk bersinar.

Persebaya Surabaya punya catatan apik dalam menghadapi tekanan di laga tandang. Mental baja Green Force akan diuji di SUGBK.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore