Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 17.04 WIB

Ketum Jakmania Sebut Insiden di Stadion Patriot Tak Terjadi Jika Persija Jakarta Bisa Kalahkan Persib Bandung

Dua Pemain Persija Jakarta Maciej Gajos dan Firza Andika tarik kaus pemain Persib. (Dok. Persib)

JawaPos.com - Ketua Umum PP The Jakmania, Diky Soemarno memberikan penjelasan perihal sejumlah insiden yang muncul dalam duel Persija Jakarta vs Persib Bandung. Dia menyatakan bahwa kejadian tak akan terjadi bila Macan Kemayoran berhasil meraih kemenangan.

Kericuhan suporter jadi satu masalah yang muncul dalam duel Persija vs Persib. Kejadian itu ada di sejumlah titik tribune di pertengahan laga. Penyebabnya adalah suporter tim tamu kedapatan nonton langsung sehingga jadi korban pemukulan.

Diky menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak seperti warga Bekasi, pihak kepolisian, dan juga tim Persib Bandung. Jakmania juga menyayangi rentetan kejadian itu. 

Diakui Diky, laga Persija vs Persib sangat penting untuk Jakmania. Laga ini bisa jadi tolok ukur kesanggupan Macan Kemayoran menjadi juara Liga 1 Indonesia 2024/2025. Karena itu, dia menyebut seharusnya semua pihak bekerja sama agar pertandingan tersebut berjalan aman nyaman dan kondusif.

"Tapi kami menyayangkan sekali bahwa dengan mudahnya tiket di tribun barat bisa diakses dan dibeli oleh berbagai pihak. Sehingga ada beberapa teman-teman di luar Jakmania yang dapat membeli tiket tersebut dan memprovokasi lewat sosial media. Sehingga itu menyulut teman-teman Jakmania," kata Diky Soemarno.

"Kami sangat menyayangkan hal tersebut. Kami berharap provokasi itu tidak terjadi lagi di kemudian hari. Kami sayangkan juga kenapa Jakmania sangat mudah terprovokasi. Seharusnya kita bisa memberi contoh yang baik karena seharusnya kita tahu Persija sedang berjuang meraih gelar juara ke-12," tambahnya.

Selain kisruh, terdapat kejadian pelemparan barang-barang seperti botol ke arah dalam lapangan. Hal ini memakan korban, di mana Tyronne del Pino harus sampai dapat perawatan dan diperban.

Terkait itu, Diky menyayangkan panpel Persija yang meloloskan botol-botol. Andai itu tak masuk, harusnya insiden tak akan terjadi. Tapi terlepas dari itu, dia menyebut rentetan kejadian ini jadi pelajaran untuk Jakmania.

"Tidak ada yg dapat dibenarkan, dan kita juga tidak akan memberikan ruang untuk para provokator yang ingin membuat sepak bola Indonesia menjadi berantakan," terang Diky.

"Saat ini kami mendukung penuh transformasi sepak bola Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjaga itu. Kami berharap hal tersebut tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Diky mengatakan, Jakmania sebenarnya sudah bekerja keras untuk mengamankan suporter Persib yang masuk ke stadion. Setidaknya ada 20 orang sudah dievakuasi dan Jakmania juga mengonfirmasi bahwa mereka dapat tiket dari pembelian daring.  

"Saya harap filterisasi pengetatan lebih baik lagi sehingga hal ini tidak terjadi lagi. Tapi apa yang terjadi kemarin tidak akan terjadi kalau memang Persija tahu kalau laga itu penting," terangnya.

"Seharusnya Persija bisa menjaga keunggulannya tidak kemasukan sehingga menang. Buat Jakmania, karena kemenangan penting sehingga kami masih percaya pemain tetap ingin Persija juara," ucap Diky menambahkan.

Lebih lanjut, Diky berharap kejadian-kejadian itu tak muncul lagi dalam pertandingan kandang Persija Jakarta lain.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore