
Dejan Tumbas tunjukkan dirinya bisa jadi solusi krisis lini tengah Persebaya Surabaya. (Instagram @dejant19)
JawaPos.com - Tangis bahagia pecah di tengah Stadion Gelora Bung Tomo. Dejan Tumbas tak kuasa menahan haru saat menyanyikan Song for Pride bersama rekan-rekannya setelah kemenangan 1-0 Persebaya Surabaya atas PSBS Biak.
Kemenangan itu terasa spesial bagi Persebaya Surabaya yang akhirnya meraih tiga poin setelah tujuh laga tanpa kemenangan. Bagi Tumbas, kemenangan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya ia merasakan atmosfer kemenangan sejak bergabung.
Sejak direkrut pada putaran kedua bersama Dime Dimov, Tumbas belum sekalipun merasakan kemenangan. Persebaya Surabaya hanya sekali bermain imbang, sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.
”Ini merupakan pengalaman pertama saya, Hal yang paling indah dalam karir sepak bola saya sejauh ini. Perasaan ini tidak bisa saya ungkapkan dalam kata-kata,” ungkap Tumbas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bonek dan Bonita yang terus memberikan dukungan luar biasa. Stadion yang penuh membuat atmosfer semakin membakar semangat para pemain Green Force.
”Terima kasih untuk suporter yang sudah memenuhi stadion, memberikan dukungan luar biasa kepada kami,” lanjutnya.
Tumbas merupakan pemain yang selalu menunjukkan ekspresi emosional di lapangan. Pemain asal Serbia itu tak segan berteriak, memberi motivasi, atau merayakan setiap momen penting dengan penuh semangat.
Ia juga sosok yang pantang menyerah di dalam maupun di luar lapangan. Ketika Bruno Moreira gagal mengeksekusi penalti saat melawan Malut United, Tumbas menjadi orang pertama yang menyemangati sang kapten.
Di laga melawan PSBS, Tumbas dimainkan sebagai gelandang box to box. Padahal, sejak bergabung dengan Persebaya Surabaya, ia lebih sering bermain sebagai winger, penyerang tengah, maupun striker.
Namun, bagi Tumbas posisi gelandang bukanlah hal baru. Saat bermain di Liga 1 Tajikistan, ia bahkan dinobatkan sebagai pemain asing terbaik berkat perannya di lini tengah.
Keputusan pelatih menurunkannya sebagai gelandang berbuah manis. Tumbas tampil solid dan menjadi bagian penting dari kemenangan serta clean sheet pertama Persebaya Surabaya dalam delapan laga terakhir.
Ia dimainkan di posisi tersebut karena absennya dua gelandang asing, Gilson Costa dan Mohammed Rashid, akibat akumulasi kartu. Namun, ia membuktikan dirinya mampu menjalankan peran itu dengan sangat baik.
“Sebelumnya saya pernah bermain sebagai gelandang, juga posisi lainnya. Dan saya selalu akan memberikan yang terbaik dimana pun saya diminta untuk bermain,” tegas Tumbas.
Statistiknya dalam laga melawan PSBS juga mencerminkan kontribusi besarnya. Bermain penuh selama 90 menit, ia mencatatkan 40 sentuhan dan 17 operan akurat dari 30 percobaan.
Ia juga aktif dalam duel udara dan duel darat, memenangkan tiga dari delapan duel di tanah dan tiga dari lima duel udara. Selain itu, ia juga mencatatkan dua tembakan tepat sasaran dan dua dribel sukses dari dua percobaan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
