Jucie Lupeta bisa jadi opsi menarik lini depan Persebaya Surabaya musim depan. (Instagram @jucielupeta)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya perlu segera mencari solusi atas lini depan mereka yang tumpul di era Paul Munster musim depan. Salah satu nama yang patut dipertimbangkan adalah Jucie Lupeta, eks striker Timnas Portugal U-18 yang kini berstatus bebas transfer.
Bonek tentu masih ingat ketika nama Jucie Lupeta dikaitkan dengan Persebaya Surabaya pada bursa transfer paruh musim lalu. Saat itu, ia masih terikat kontrak dengan klub Korea Selatan, Bucheon FC, yang berakhir pada Desember 2024.
Kini, per 1 Januari 2025, Jucie Lupeta resmi berstatus tanpa klub. Artinya, Persebaya Surabaya bisa mendatangkannya secara gratis tanpa perlu mengeluarkan biaya transfer.
Keputusan manajemen pada bursa transfer sebelumnya justru memilih striker Serbia, Dejan Tumbas, ketimbang Jucie Lupeta. Namun, hasilnya jauh dari harapan karena Tumbas belum memberikan kontribusi maksimal.
Empat pertandingan terakhir menjadi bukti tumpulnya lini depan Persebaya Surabaya di bawah Munster. Ketajaman yang diharapkan dari Dejan Tumbas tak kunjung terlihat, membuat kebutuhan akan striker baru semakin mendesak.
Kehadiran Jucie Lupeta bisa menjadi solusi instan bagi Persebaya Surabaya. Dengan pengalaman dan kemampuannya, ia bisa langsung menyatu dengan tim dan memberikan dampak positif.
Salah satu keunggulan utama Lupeta adalah insting golnya yang tajam. Ia dikenal sebagai penyerang yang mampu mengubah peluang kecil menjadi gol.
Kemampuannya dalam menyundul bola juga bisa menjadi senjata bagi Persebaya Surabaya. Dengan tinggi badan 1,88 meter, Lupeta sangat unggul dalam duel udara di kotak penalti lawan.
Selain itu, ia memiliki kemampuan akselerasi dan skill individu yang bisa merepotkan lini pertahanan lawan. Hal ini mengingatkan pada bomber legendaris Persebaya Surabaya era Liga 1, David da Silva.
Gaya permainannya juga cocok dengan filosofi Paul Munster yang mengandalkan serangan cepat dan agresif. Dengan postur kuat dan keseimbangan tubuh yang baik, Lupeta sulit dijatuhkan saat menggiring bola.
Satu faktor lain yang bisa menjadi pertimbangan adalah kemudahan komunikasi di lini depan. Lupeta berasal dari Portugal, sama seperti Flavio Silva, sehingga bisa lebih mudah beradaptasi.
Jika dibandingkan dengan Dejan Tumbas, Lupeta menawarkan lebih banyak variasi serangan. Ia tidak hanya mengandalkan duel fisik, tetapi juga memiliki teknik individu yang mumpuni.
Saat ini, Persebaya Surabaya sangat membutuhkan striker yang bisa langsung berkontribusi. Lupeta yang sudah memiliki pengalaman di berbagai liga dunia bisa menjadi solusi terbaik.
Dengan usianya yang masih 31 tahun, Lupeta masih berada di level performa yang baik. Kariernya yang panjang di berbagai kompetisi menunjukkan ia bukan sekadar penyerang biasa.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
