Ilustrasi peninjauan VAR di Liga 1 musim ini. (LIB)
Penyelenggaraan Liga 1 musim ini memang lebih dibenahi di sejumlah aspek. Salah satu pembenahan yang paling terlihat adalah hadirnya Video Assistant Referee (VAR) sejak pekan pertama Agustus lalu.
PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) mengklaim penerapan VAR di seluruh laga Liga 1 menghadirkan transparansi dan peningkatan kualitas pertandingan. Wasit pun bisa membuat keputusan yang lebih akurat.
“VAR adalah wujud nyata dari upaya kami untuk menciptakan kompetisi yang lebih adil dan transparan. Statistik menunjukkan bahwa teknologi ini telah memberikan dampak signifikan dalam membantu wasit membuat keputusan yang lebih akurat,” kata Direktur Operasional PT LIB Asep Saputra, Jumat (10/1) seperti dikutip dari Antara
Meskipun demikian, VAR menimbulkan tantangan baru bagi wasit karena di musim-musim sebelumnya, VAR belum pernah diterapkan. Salah satunya adalah wasit harus cepat dalam mengambil keputusan.
“Kami memahami bahwa ada kritik terkait waktu yang dihabiskan untuk beberapa pemeriksaan, terutama dalam kasus kartu merah yang membutuhkan waktu rata-rata lebih dari dua menit," imbuhnya.
Pihak LIB telah menghitung bahwa rata-rata waktu pemeriksaan VAR adalah 61,9 detik. Durasi tersebut mungkin terlihat singkat, namun saat pertandingan berlangsung ketat, itu dapat terasa lama bagi pemain dan penonton.
Maka dari itu, Asep memastikan lamanya waktu pemeriksaan itu akan menjadi salah satu bahan evaluasi terhadapnya.
"Tentu ini menjadi bagian evaluasi kami dan Komite Wasit sehingga terus dilakukan upaya perbaikan agar prosesnya bisa lebih cepat tanpa mengurangi akurasi,” kata dia.
Hingga paruh musim ini, VAR dipakai dalam 153 pertandingan Liga 1, dengan total 642 pemeriksaan terhadap suatu insiden. Jika dirata-rata, terdapat 4,2 pemeriksaan setiap pertandingan. Hal ini menunjukkan keterlibatan VAR dalam menentukan keputusan wasit cukup tinggi.
Dari 642 pemeriksaan, 66 di antaranya merupakan on-field review (OFR) atau review di atas lapangan. Sedangkan sisa 576 pemeriksaan VAR dilakukan tanpa OFR, di mana sebanyak 556 keputusan dikonfirmasi, dan 20 keputusan diubah berdasarkan fakta-fakta yang ditinjau VAR.
Jika VAR baru diterapkan di Indonesia secara keseluruhan pada musim ini, tidak demikian dengan penggunaannya di Eropa. Di beberapa liga top Eropa, seperti Liga Inggris, penerapan VAR sudah digunakan setelah Piala Dunia 2018 di Rusia.
VAR semakin melengkapi penggunaan teknologi di Liga Inggris setelah sebelumnya juga sudah menerapkan Goal Line Technology atau teknologi garis gawang.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
