
Paul Munster senang dengan sebutan Bonek untuk dirinya PM (Penting Menang) dan selalu fokus untuk Persebaya Surabaya. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Pelatih kepala Persebaya Surabaya, Paul Munster, tak bisa menyembunyikan kesedihannya melihat performa buruk tim favoritnya, Manchester United. Tim berjuluk Setan Merah itu kembali kesulitan meraih hasil maksimal di musim ini, membuat Munster tak sanggup menonton pertandingan mereka.
Musim 2024/2025 tampaknya menjadi salah satu periode tersulit bagi Manchester United. Hingga pekan ketujuh Liga Inggris, mereka tercecer di posisi ke-14, jauh dari papan atas yang biasanya menjadi target mereka. Dengan hanya mengemas 8 poin dari 7 laga, hasil ini tentu mengecewakan bagi klub sebesar Man United.
Sebagai seorang penggemar berat Manchester United, Paul Munster pun mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi yang dihadapi klub tersebut.
“Sulit untuk mengatakan tentang Manchester United untuk sementara waktu. Saya tidak bisa menonton pertandingan,” ungkap Munster dalam sesi latihan Persebaya Surabaya Senin (8/10).
Komentarnya menggambarkan betapa beratnya melihat performa klub yang ia dukung sejak lama.
Lebih lanjut, Munster mengungkapkan sudah cukup lama ia merasa tidak puas dengan kondisi Manchester United. “Ini bukan hanya pertandingan terakhir. Sudah lama, bertahun-tahun. Jadi banyak perubahan,” ujar pelatih asal Irlandia Utara itu.
Perubahan yang dimaksud oleh Munster tak hanya terkait performa tim, tetapi juga perubahan internal di tubuh klub yang belum mampu membawa dampak positif.
Salah satu hal yang paling disoroti oleh Munster adalah hilangnya pemain-pemain kelas dunia di skuad Manchester United saat ini.
“Tidak ada pemain kelas dunia. Tidak ada kualitas,” tegas Munster dengan nada kecewa. Baginya, inilah salah satu penyebab utama mengapa Manchester United sulit bersaing di level tertinggi Liga Inggris.
Fakta yang lebih menyedihkan lagi bagi Munster adalah kenyataan bahwa saat ini tim-tim lawan justru merasa yakin bisa mengalahkan Manchester United saat bermain di Old Trafford.
“Yang menyedihkan sekarang adalah ketika tim pergi ke Old Trafford, mereka yakin mereka bisa menang. Itu bagian terburuk,” katanya. Hal ini jelas menjadi tanda Manchester United tidak lagi menakutkan di kandangnya sendiri.
Munster juga menyebutkan salah satu temannya yang memiliki lisensi pro, Benni McCarthy, sempat menjadi bagian dari staf pelatih di Manchester United. Namun, menurut Munster, kepergian Benny McCarthy menunjukkan situasi di klub tersebut memang tidak baik selama bertahun-tahun.
“Benny telah pergi, tetapi itu bukan situasi yang baik di Man United selama bertahun-tahun,” ungkap Munster.
Meskipun demikian, Munster tetap berharap Manchester United bisa kembali ke posisi mereka yang seharusnya, meski ia menyadari prosesnya akan memakan waktu.
“Mudah-mudahan, mereka kembali ke tempat yang seharusnya, tetapi saya pikir itu akan memakan waktu lebih lama,” tambahnya.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
