JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena gusar timnya terusir dari rumah sendiri. Skuad Macan Kemayoran -julukan Persija- harus rela bermain di luar Jakarta saat melakoni laga kandang melawan PSM Makassar pada pekan ketujuh Liga 1 2024/2025.
Persija memang sudah dipastikan tidak bisa bermain di Jakarta sejak beberapa hari lalu. Tepatnya pada 25 September, di mana manajemen mengungkapkan bahwa Macan Kemayoran harus melakoni pertandingan kandang di luar Jakarta. Yakni Stadion Sultan Agung, Bantul, Jogjakarta pada Minggu (29/9).
Manajemen Persija dalam laman reaminta menjelaskan bahwa dua rumah mereka, Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara dan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Ada sejumlah alasan di balik itu semua.
JIS misalnya, Persija belum bisa menggunakannya karena stadion itu masih dalam prosesi loading barang pasca konser Bruno Mars pada 11, 13, dan 14 September lalu. JIS dikabarkan butuh waktu sebulan untuk siap digunakan kembali.
Sementara untuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), manajemen juga tak bisa menggunakannya. Setelah dipakai oleh Timans Indonesia dalam FIFA Matchday periode September dan laga kandnag Persija vs Dewa United, SUGBK kembali melakukan pemeliharaan lapangan.
Persija pun bukan satu-satunya korban yang tak bisa menggunakan SUGBK. Kualifikasi Piala Asia U-20 2025 yang rencana awalnya diselenggarakan di Stadion Utama GBK, harus pindah di detik-detik terakhir. Fase itu jadinya dipindah ke Stadion Madya GBK pada 25-29 September.
Akibatnya, Persija memutuskan pergi ke Bantul, Jogjakarta untuk menggelar laga kandang. Macan Kemayoran menggunakan Stadion Sultan Agung Bantul untuk menjadi rumah sementara.
Akan tetapi, pemilihan Stadion Sultan Agung membawa risiko tersendiri. Yakni pertandingan tidak boleh ada penonton sesuai regulasi stadion.
Ini jelas merugikan bagi Persija karena mereka tak bisa bermain dengan didukung The Jakmania. Hal itupun diakui oleh Carlos Pena selaku pelatih kepala Macan Kemayoran.
"Saya tidak senang tidak bermain di depan para penggemar kami, karena para penggemar dan pendukung kami sangat penting bagi kami," kata Carlos Pena dalam jumpa pers pralaga.
Tapi, kata Carlos Pena, dia tak mau hal itu jadi membuat pusing Persija berkepanjangan. Dia ingin Macan Kemayoran tetap melakukan yang terbaik agar bisa memetik poin penuh melawan PSM Makassar.
"Kamk tidak ingin mencari alasan. Kami akan berjuang untuk mendapatkan tiga poin," jelas pelatih asal Spanyol ini.
Carlos Pena menambahkan, duel Persija vs PSM jadi pertandingan penting untuk timnya. Dia ingin Macan Kemayoran bisa bangkit setelah rentetan hasil buruk sejak jeda internasional tuntas.
Ya, Persija belum juga meraih kemenangan pada bulan ini. Dalam tiga laga, Macan Kemayoran dipaksa menyerah dari PSBS Biak (3-1), lalu bermain imbang tanpa gol dengan Dewa United FC, dan kembali menyerah saat berhadapan dengan Persib Bandung (2-0).
"Ya, saya sudah bilang sebelumnya bahwa pertandingan ini sangat penting bagi kami. Setelah kalah, penting untuk menang lagi. Jadi, kami tahu pentingnya pertandingan besok. Kami siap untuk pertandingan besok," jelas pelatih berusia 41 tahun ini.